detik's Advocate

Saya Dapat WA Makian 'Anjing', Apakah Bisa Saya Pidanakan Pengirim Chat?

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 08:14 WIB
Ilustrasi WhatsApp
Foto: dok. Rawpixel
Jakarta - Dunia teknologi memudahkan orang berkomunikasi, di mana pun dan kapan pun. Tapi hati-hati dengan jempol Anda karena bisa mengantarkan ke meja pidana.

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:

Selamat malam

Saya mau berkonsultasi jika saya menerima wa/SMS kasar berupa makian "anjing" dan menunjuk nama tertentu.

Ada beberapa pertanyaan yg mau saya konsultasi kan

1. Apakah WA/SMS tersebut dapat dilaporkan dan berapa lama sejak wa tersebut dikirimkan dapat dilaporkan?

2. Ancaman hukuman terhadap wa seperti itu berapa lama?
3. Laporan terhadap wa/SMS tersebut dapat dilaporkan di tingkat Polsek/polres/ Polda?

Untuk nama jika ditampilkan pada detik mohon untuk disamarkan

Terima kasih

Untuk menjawab pertanyaan pembaca detik's Advocate di atas, kami meminta pendapat advokat Achmad Zulfikar Fauzi, SH. Berikut penjelasan lengkapnya:

Terima kasih atas pertanyaan yang saudara tanyakan pada saya,

Langsung saja saya akan menjawab pertanyaan pertama Apakah wa/SMS tersebut dapat dilaporkan dan berapa lama sejak wa tersebut dikirimkan dapat dilaporkan?

Jikalau saya merujuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik Jo. Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik(UU ITE), yaitu : Pasal 27 ayat (3) UU ITE, yang berbunyi:

"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik"

Bahwa pencemaran nama baik, yang secara langsung maupun melalui media sosial / internet adalah sama merupakan delik aduan, yaitu delik yang hanya dapat diproses oleh pihak kepolisian jika ada pengaduan dari korban. Tanpa adanya pengaduan, kepolisian tidak bisa melakukan penyidikan atas kasus tersebut.

Sedangkan untuk delik aduan sendiri berdasarkan ketentuan pasal 74 KUHP, hanya bisa diadukan kepada penyidik dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak peristiwa tersebut terjadi. Artinya setelah lewat jangka waktu 6 (enam) bulan, kasus pencemaran nama baik secara langsung maupun melalui media sosial / internet tidak lagi bisa dilakukan penyidikan.

Oleh karenanya bagi anda yang merasa dicemarkan nama baiknya baik secara langsung maupun melalui media sosial internet harus mengadukannya dalam jangka waktu tersebut.

Menjawab Pertanyaan kedua Ancaman hukuman terhadap WA seperti itu berapa lama?

Pasal 45 UU ITE, yang berbunyi :

(1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Saya tidak menyarankan jalan hukum pidana dilakukan dikarenakan hukum pidana merupakan jalan terakhir (ultimum remedium).Achmad Zulfikar Fauzi, Advokat

Menjawab pertanyaan ketiga sekaligus contoh kasus Laporan terhadap wa/SMS tersebut dapat dilaporkan di tingkat Polsek/polres/ Polda?

Dalam hal melakukan pelaporan saudara dapat melakukan di seluruh Instansi Kepolisian Republik Indonesia. Dikarenakan terdapat penyidik kepolisian setempat yang berwenang mengusut tindak pidana ITE.

Lebih lanjut dalam suatu perkara yang menjadi landasan dan pembandingan saya dalam menjawab berdasarkan Putusan PN LUWUK Nomor 82/Pid.Sus/2021/PN.Lwk berdasarkan putusan tersebut saat HM bertengkar dengan istrinya pada Januari 2020. Di dalam suasana amarah, HM mengirim SMS dengan penuh emosi terhadap istrinya sendiri.

Si istri tidak terima dan mengadukan ke aparat kepolisian mengenai isi SMS tersebut. Kasus pun bergulir ke pengadilan. HM, yang sehari-sehari sebagai PNS, pun harus duduk di kursi pesakitan.

Majelis PN Luwuk akhirnya menyatakan HM telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan dan pidana denda sejumlah Rp 60 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," ucap majelis yang diketuai Andi Aswandi Tashar dengan anggota Rosiana Niti Pawitri dan Junita Sinar Humombang Nainggolan.

Adapun berdasarkan putusan majelis menjatuhkan hukuman adalah perbuatan HM kepada istrinya menjadikan istrinya ketakutan. Selain itu, putusan di atas demi rasa keadilan dalam masyarakat serta memperhatikan gejolak yang ada dalam masyarakat terhadap tindak pidana sejenis yang seringterjadi dalam masyarakat setempat dengan harapan dapat menimbulkan efek jera bagi masyarakat.

Kembali lagi saya tidak menyarankan jalan hukum pidana dilakukan dikarenakan hukum pidana merupakan jalan terakhir (ultimum remedium) dalam segala permasalahan hukum.

Demikian semoga bermanfaat.Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih

Salam

Achmad Zulfikar FauziAchmad Zulfikar Fauzi (Achmad Zulfikar Fauzi/detikcom)

Achmad Zulfikar Fauzi,S.H.
Advokat Freelance di R. S.N and Partner,

Associates di Ongko Purba and Partner,

Anggota Advokat Alumni Unsoed, dan Anggota Peradi DPC Jakarta Pusat.

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

detik's advocate

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com.

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Simak juga Video: Soraya Cassandra, Hijaukan Secuil Lahan di Tanah Urban

[Gambas:Video 20detik]



(asp/asp)