Pedagang Pasar Bogor Ngaku Dikeroyok-Dilarang Berjualan oleh Ujang Sarjana

ADVERTISEMENT

Pedagang Pasar Bogor Ngaku Dikeroyok-Dilarang Berjualan oleh Ujang Sarjana

Muchamad Sholihin - detikNews
Minggu, 24 Apr 2022 12:36 WIB
Pedagang bogor
Ardiansyah korban pengeroyokan Ujang Sarjana. (dok. istimewa)
Bogor -

Sosok Ujang Sarjana yang diadukan oleh seorang pedagang di Pasar Bogor ke Presiden Jokowi yang ditangkap karena pungutan liar (pungli) justru berbanding terbalik. Ujang ternyata merupakan seorang preman dan pernah melakukan pengeroyokan di pasar tersebut.

Keterangan itu disampaikan oleh korban Ujang Sarjana bernama Ardiansyah. Bahkan, sebagai preman, Ujang juga melarang Ardiansyah berjualan di sekitar lokasi.

"Saya termasuk korban pengeroyokan. Waktu itu saya sedang berjualan air mineral dan rokok. Saya dibatasi tidak boleh berjualan di salah satu gang tersebut," kata Ardiansyah kepada wartawan, Minggu (24/4/2022).

Merasa tak terima, Ardiansyah pun selanjutnya terlibat cekcok hingga berujung pengeroyokan oleh Ujang Sarjana dan kawan-kawan. Akibatnya, Ardiansyah mengalami luka di bagian lengan.

"Kemudian terjadi cekcok adu mulut, dan akhirnya setelah kami membagikan air miaeral tiba-tiba ada yang memukul teman saya, Saudara Ade Komeng. Dan saya ingin membantu dia, kemudian saya ikut dikeroyok sampai lengan saya memar bengkak, ada bukti visum dari kepolisian," ucapnya.

Untuk diketahui, Ujang Sarjana merupakan pria yang ditangkap karena kasus dugaan pengeroyokan terhadap dua pedagang air mineral di Pasar Bogor. Melalui pengacaranya, Ujang Sarjana sempat melakukan praperadilan karena keberatan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, upaya itu ditolak pengadilan dan kasus Ujang Sarjana tetap berjalan. Saat ini, Ujang Sarjana tengah menjalani persidangan di PN Kota Bogor. Kapolresta Bogor Kota Susatyo mengatakan proses penyidikan terhadap Ujang Sarjana sudah sesuai dengan laporan dan fakta.

"Tentunya ini menjadi perhatian kita semua, sehingga kami melaksanakan penyidikan berdasarkan fakta dan laporan, tidak ada kriminalisasi, karena ada korbannya," kata Susatyo saat memberikan keterangan pers, Jumat (22/4).

Susatyo menyebut penyidikan dilakukan secara prosedural. Penetapan tersangka dilakukan setelah melakukan pemeriksaan terhadap 4 saksi dan menghadirkan bukti-bukti.

"Bahkan keberatan-keberatan yang disampaikan oleh tersangka, kami sudah berikan ruang melalui sidang praperadilan yang telah dilakukan dan telah diputuskan dalam sidang tersebut," kata Susatyo.

"Artinya sudah diuji penetapan tersangkanya, pada Maret yaitu di mana (pengadilan) menolak dalil-dalil yang disampaikan oleh pemohon dalam hal ini Ujang Sarjana dan mengabulkan apa yang dilakukan oleh Polsek Bogor Tengah," tambah Susatyo.

Tonton juga Video: Pengacara Minta Provokator Kasus Ade Armando Diproses, Polisi: Fokus Pelaku

[Gambas:Video 20detik]



(rak/rak)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT