KSPI Harap Pemprov Izinkan May Day di JIS: Tidak Ada Alasan Menolak

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 24 Apr 2022 06:48 WIB
PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengungkap progres pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Pembangunan stadion tersebut telah mencapai 98%.
JIS (Foto: Rifkianto Nugroho-detikcom)
Jakarta -

Rencana seratus ribu lebih buruh merayakan May Day di Jakarta International Stadium (JIS) ramai penolakan. Presiden Konferensi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai tidak ada alasan bagi pihak-pihak tertentu untuk menolak.

"Tidak ada alasan DPRD dari partai tetentu dan Wagub tidak ada alasan menolak. Itukan untuk sarana publik. KSPI itu udah biasa di GBK, kan sama GBK sama JIS, kita sudah 10 kali mungkin ngadain di Istora bukan yang pertama. Jadi seharusnya tidak ada alasan untuk menolak," ujar Said Iqbal saat dihubungi, Sabtu (23/4/2022).

Said Iqbal menilai peruntukan JIS tidak hanya untuk pertandingan. Namun sebagai sarana publik JIS juga diperuntukkan untuk kegiatan lain seperti konser hingga pertemuan akbar.

"JIS sendiri kan peruntukkanya bukan hanya untuk pertandingan atau base campnya persija, tapi JIS juga digunakan untuk konser musik, digunakan untuk pertemuan-pertemuan yang bersifat akbar," tuturnya.

Said Iqbal menegaskan acara yang akan dilakukan di JIS bukan aksi. Namun menurutnya acara di JIS adalah perayaan May Day yang diisi dengan orasi, pentas seni hingga hiburan.

"Pada 14 Mei acara may day itu ada dua kegiatan, kegiatan pertama dari jam 10 sampai jam 11 itu aksi ratusan buruh di depan DPR. setelah itu dari jam 11 dari DPR, salah satu opsinya kan JIS," kata Said Iqbal.

"Nah kegiatan di JIS itu bukan aksi, tetapi perayaan, nah kegiatannya nanti adalah orasi dari pimpinan-pimpinan buruh, partai buruh, dan deklarasi perjuangan kaum buruh melalui partai Buruh, kemudian ada pentas seni dari kawan-kawan buruh, tarian, paduan suara, kemudian nanti menyampaikan live streaming dari daerah-daerah," sambungnya.

Ia mengaku pihaknya baru akan mengajukan izin penggunaan JIS pada Senin (25/4). Meski begitu Said Iqbal menyebut telah lebih dulu menyampaikan rencananya menggunakan JIS secara lisan pada beberapa pihak.

"Memang kami belum mengajukan surat baru di Senin besok, karena kita menunggu JISnya ini sudah belum, ternyata JIS kan sudah softlaunching. Dalam batasan-batasan tertentu sudah bisa disewa. Tapi sebelum itu kita sudah ada komunikasi secara lisan, kenapa masih lisan karena belum launching. Lisan itu dengan Deputi Gubernur bidang ekonomi, dan dengan Kadisnaker sudah ada yang lisan, bahkan ke kepala pengelola JIS," imbuhnya.

Simak halaman selanjutnya

Lihat juga Video: JakPro Akan Undang Jokowi-Anies ke Peresmian JIS

[Gambas:Video 20detik]