ADVERTISEMENT

PT Merial Esa Divonis Bayar Denda Rp 200 Juta, KPK Pikir-pikir Banding

Na - detikNews
Rabu, 20 Apr 2022 11:16 WIB
Ali Fikri
Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

PT Merial Esa divonis membayar pidana denda sebesar Rp 200 juta dan membayar pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 126 miliar di kasus suap dalam proyek pengadaan di Bakamla pada 2016. KPK menyatakan pikir-pikir atas vonis itu.

"KPK mengapresiasi putusan majelis hakim yang telah memutus PT Merial Esa bersalah melakukan tindak pidana suap dalam proyek pengadaan di Bakamla TA 2016," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (20/4/2022).

"Tim jaksa masih memanfaatkan waktu 7 hari masa pikir-pikir untuk menentukan langkah hukum selanjutnya," sambungnya.

Ali mengatakan, dalam perkara ini, ada beberapa poin pertimbangan hakim yang sepenuhnya mengambil alih fakta hukum dari tuntutan jaksa. Salah satunya mengenai perhitungan keuntungan dari PT Merial Esa yang selaras dengan metode perhitungan Unit Forensik Akuntansi Direktorat Deteksi Analisis Korupsi KPK.

"Dalam perkara ini, ada beberapa poin penting dalam pertimbangan majelis hakim yang sepenuhnya mengambil alih fakta-fakta hukum dari tuntutan tim jaksa," jelas Ali.

"Di antaranya mengenai perhitungan keuntungan dari PT Merial Esa yang selaras dengan metode perhitungan Unit Forensik Akuntansi Direktorat Deteksi Analisis Korupsi KPK," tambahnya.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan terkait hasil perhitungan keuntungan dan kerugian negara yang dilakukan oleh Unit Forensik Akuntansi Direktorat Deteksi Analisis Korupsi KPK. Dia menyebutkan, hal itu merupakan cara untuk memulihkan aset dari tindak pidana korupsi agar lebih optimal.

"Hasil perhitungan keuntungan maupun kerugian keuangan negara oleh Unit Forensik Akuntansi Direktorat Deteksi Analisis Korupsi KPK merupakan terobosan untuk capaian asset recovery dari hasil tindak pidana korupsi agar lebih optimal," imbuh Ali.

Sebelumnya, PT Merial Esa, yang diwakili oleh Fahmi Darmawansyah selaku direktur perusahaan tersebut, divonis membayar pidana denda sebesar Rp 200 juta. Korporasi itu dinyatakan bersalah melakukan tindak korupsi secara bersama-sama.

Diketahui, Fahmi Darmawansyah adalah suami dari artis Inneke Koesherawati. Fahmi sendiri sudah menjalani masa pidananya berkaitan dengan kasus ini.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa PT Merial Esa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama," kata hakim ketua Surachmat saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (19/4).

"Menjatuhkan pidana pokok terhadap Terdakwa PT Merial Esa berupa pidana denda sebesar Rp 200 juta," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT