ADVERTISEMENT

Antibodi COVID RI 99,2%, KSP: Risiko Lonjakan Kasus Akibat Mudik Bisa Diredam

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 20 Apr 2022 10:41 WIB
Sejumlah calon penumpang bus menunggu jadwal keberangkatannya di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang, Banten, Senin (18/4/2022). Memasuki minggu ketiga bulan Ramadhan, terminal tersebut terpantau mulai ramai pemudik. ANTARA FOTO/Fauzan/aww.
Ilustrasi Pemudik di Terminal (ANTARA FOTO/Fauzan)
Jakarta -

Antibodi COVID-19 masyarakat Indonesia naik menjadi 99,2 persen. Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut risiko lonjakan kasus COVID-19 imbas mudik Lebaran 2022 bisa diredam.

"Antibodi COVID-19 sudah 99 persen adalah hasil studi ilmiah terhadap 21 kabupaten/kota asal mudik di Jawa-Bali. Kalkulasi secara ilmiah, risiko lonjakan kasus akibat mudik bisa teredam dengan tingginya antibodi masyarakat daerah asal mudik," kata Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo dalam keterangan tertulis, Rabu (20/4/2022).

Kendati demikian, Abraham mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, warga diimbau untuk tetap mewaspadai gejala-gejala COVID-19.

"Masyarakat jangan jemawa, jangan lupa masker. Kalo demam, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan, tetap harus waspada. Memiliki antibodi bukan jaminan tidak bisa menulari ke orang lain. Apalagi jika di lingkungan sekitar pemudik ada lansia yang belum divaksin," ujar Abraham.

Informasi mengenai antibodi masyarakat Indonesia yang naik menjadi 99,2% itu sebelumnya disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Hal ini berdasarkan hasil sero survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan yang bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia. Sero survei pertama dilakukan pada Desember tahun lalu.

"Di bulan Desember kita lakukan sero survei ini, hasilnya sekitar 88,6% dari masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi. Baik itu berasal dari vaksinasi maupun antibodinya berasal dari infeksi," kata Menkes Budi dalam konferensi pers hasil rapat terbatas PPKM yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (18/4).

Sero survei kedua menunjukkan hasil yang meningkat. Antibodi masyarakat Indonesia naik menjadi 99,2%.

"Sebelum Lebaran mulai, kami melakukan sero survei yang kedua. Agar kebijakan yang pemerintah ambil saat Lebaran ini ada basis risetnya. Kadar antibodi masyarakat Indonesia naik menjadi 99,2%, artinya 99,2% dari populasi masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi. Bisa berasal dari vaksinasi maupun berasal dari infeksi," ungkapnya.

Selain itu, ukuran kadar antibodi masyarakat naik. Kini orde antibodi masyarakat Indonesia sudah di angka ribuan.

"Hal yang menarik kita juga mengukur kadar antibodinya berapa. Jadi, kalau bulan Desember kita lakukan sero survei ordenya masih di angka ratusan, sekitar 500-600. Di bulan Maret, ordenya sudah ribuan. Sekitar 7.000-8.000," ujarnya.

Hal ini menunjukkan masyarakat Indonesia memiliki kadar antibodi yang tinggi pula. Artinya, lanjut Budi, daya tahan masyarakat Indonesia akan cepat dalam menghadapi serangan virus.

"Ini menunjukkan bukan hanya ada masyarakat yang memiliki antibody, tapi kadar antibodinya tinggi sehingga kalau diserang virus daya tahan tubuh bisa cepat menghadapinya dan mengurangi sekali risiko masuk rumah sakit, apalagi meninggal," tuturnya.

(knv/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT