ADVERTISEMENT

Pakar Epidemiologi UGM Nilai RI Belum Siap Beralih ke Endemi, Ini Alasannya

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 20 Apr 2022 09:00 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan jika Indonesia beralih status dari pandemi menjadi endemi Corona. Pakar epidemiologi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Bayu Satria Wiratama mengingatkan RI belum siap masuk fase endemi.

"Belum siap. Kalau kita lihat dari beberapa indikator, Indonesia masih kurang di vaksinasi di mana yang mendapatkan dosis lengkap baru 59 persen dari total penduduk sedangkan lansia juga belum mencapai 100 persen," kata Bayu kepada wartawan, Selasa (19/4/2022).

Bayu menilai Indonesia paling cepat beralih ke endemi pada Oktober 2022. Hal itu, menurut dia, bisa terjadi jika sejumlah angka penularan bisa terus rendah sampai 6 bulan ke depan.

"Sedangkan ada beberapa indikator penularan yang perlu dijaga selama 6 bulan sehingga paling cepat akhir tahun atau sekitar Oktober baru kita bisa lihat mulainya transisi ke endemi," ucapnya.

Bayu menyebut persoalan imunitas yang sudah melebihi 90 persen tidak bisa menjadi patokan. Pasalnya, menurut dia, pemerintah tidak menjelaskan secara detail apa indikator imunitas tersebut.

"Untuk imunitas itu perlu disikapi hati-hati karena lebih dari 90 persen itu artinya punya antibodi, tapi berapa dari 90 persenan itu yang memang bagus kekebalannya kita belum tahu, sehingga vaksinasi tetap perlu digencarkan. Masalahnya pemerintah tidak menjelaskan ini dengan detail dalam setiap rilisnya," ujarnya.

Dia menjelaskan, kriteria yang perlu dicapai jika Indonesia ingin beralih dari pandemi menjadi endemi Corona. Salah satunya, indikator penularan harus dijaga pada level terendah selama 6 bulan.

"Vaksinasi ditambah indikator penularan terkait positivity rate di bawah 5 persen, angka reproduksi di bawah 1, tingkat rawat inap di bawah 5 persen, angka kematian di bawah 3 persen, dan level penularan digambarkan oleh PPKM. Indikator penularan ini perlu dijaga di level terendah selama 6 bulan," jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah menyebut ada lebih dari 90 persen warga Indonesia yang dinyatakan 'kebal' COVID-19 atau memiliki antibodi pasca-vaksinasi ataupun infeksi. Hal tersebut didapat dari hasil sero survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI.

Meski begitu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut belum bisa memastikan kapan Indonesia siap memasuki fase endemi COVID-19. Status endemi bakal mengacu pada gambaran dan situasi banyak negara termasuk ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kalau itu keputusannya ada di bapak Presiden tapi kita sudah pastikan negara-negara lain dan WHO seperti apa," tegas dia saat ditemui di The Ritz-Carlton, Selasa (19/4).

Lihat juga Video: Kasus Covid-19 Bertambah 837, Jabar Tertinggi-Sebarannya

[Gambas:Video 20detik]




(maa/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT