Perjalanan Kasus Korban Begal Jadi Tersangka hingga Penyidikan Dihentikan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 16 Apr 2022 18:36 WIB
Kapolda NTB Irjen Djoko Poerwanto umumkan penghentian penyidikan kasus korban begal jadi tersangka.
Polda NTB menyatakan menghentikan penyidikan kasus korban begal jadi tersangka (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Kasus korban begal di Nusa Tenggara Barat (NTB) dijadikan tersangka menjadi sorotan nasional. Bahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut bersuara.

Sigit ingin korban begal tersebut Murtede alias Amaq Sinta (34) mendapatkan kepastian hukum.

"Untuk memberikan kepastian hukum dengan memegang teguh asas proporsional, legalitas, akuntabilitas, dan nesesitas," kata Sigit di akun Instagram resminya seperti dilihat detikcom, Sabtu (16/4/2022).

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto juga angkat suara. Dia meminta kasus tersebut dihentikan. Dia ingin masyarakat tetap peduli dan melawan kejahatan.

"(Sebaiknya penyidikan) hentikanlah menurut saya. Nanti masyarakat jadi apatis, takut melawan kejahatan. Kejahatan harus kita lawan bersama," katanya.

Amaq Sinta pun akhirnya terbebas dari perkara tersebut setelah Polda NTB melakukan gelar perkara khusus. Polisi menyatakan Amaq Sinta melakukan pembelaan terpaksa hingga akhirnya membuat dua begal tewas.

Berikut perjalanan kasus Amaq Sinta yang jadi korban begal namun sempat ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan.

Jadi Korban-Bunuh 2 Begal

Dirangkum detikcom, Sabtu (16/4/2022), Amaq Sinta adalah korban begal di Lombok Tengah, NTB. Amaq Sinta melaporkan kasus pembegalan dirinya ke polisi.

Jumpa pers kasus korban begal di Lombok Tengah, NTB, jadi tersangka pembunuhan (dok Istimewa)Jumpa pers kasus korban begal di Lombok Tengah, NTB, jadi tersangka pembunuhan (dok Istimewa)

Polisi mengatakan Amaq Sinta melakukan perlawanan ketika hendak dibegal oleh dua orang tidak dikenal. Saat dibegal, dia membela diri hingga mengakibatkan dua begal bernama Pendi dan Oki itu tewas.

Namun, seiring berjalannya waktu, Amaq Sinta ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. Sebab, pembelaan diri Amaq Sinta itu mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

"Proses dia menghilangkan nyawa orang lain itu tetap kita proses. Walaupun ada upaya membela diri tadi, yang menilai itu saya tegaskan adalah pengadilan, hakim yang memutuskan," ujar Dirkrimum Polda NTB Kombes Hari Brata, Selasa (12/4).

Alasan Ditetapkan Jadi Tersangka

Polisi mengatakan Amaq Sinta melakukan perlawanan ketika hendak dibegal. Perlawanan yang dilakukan Amaq Sinta adalah menusuk kedua begal menggunakan senjata tajam milik sendiri.

Simak video 'Buah Simalakama Korban Begal Lombok':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.