Inspirasi

Cerita Pendiri Pondok Tasawuf Diselamatkan Anak Punk dari Kerusuhan

Khairul Ma'arif - detikNews
Minggu, 10 Apr 2022 16:54 WIB
Sejumlah anak kolong dan punk belajar mengaji bersama di Kolong Jembatan Tebet, Jakarta Pusat. Mereka dibimbing oleh Ustad Halim Ambiya dan kawan-kawan.
Ustaz Halim Ambiya (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Tangsel -

Halim Ambiya beraksi nyata merangkul anak jalanan dan anak punk. Dia mendirikan Pondok Tasawuf Underground. Pengalaman hidup mendorongnya berbuat baik ke anak-anak punk.

Saat detikcom hendak mengunjunginya, Rabu (6/4/2022), pria 47 tahun beranak tiga ini sedang mengajar di Pondok Tasawuf Underground, kompleks ruko Ciputat, Jl RE Martadinata, Tangerang Selatan.

Meski bukan asli Ciputat, Halim sudah jatuh cintah pada daerah yang sudah ia singgahi sejak 1994 ini. Pada tahun tersebut pria kelahiran Indramayu, Jawa Barat ini memulai kuliahnya di UIN Syarif Hidayatullah, Jurusan Akidan dan Filsafat. Sejak saat itu, Ciputat mendarah daging dengan dirinya. Halim bercerita kenapa ia membuat Pondok Tasawuf Underground ini khusus untuk anak punk.

Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, Tangsel. (Khairul Ma'arif/detikcom)Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, Tangsel. (Khairul Ma'arif/detikcom)

Ini bermula saat dia sedang melanjutkan pendidikan S2 Jurusan Sejarah Peradaban Islam di ISTAC-Universitas Islam Antarbangsa, Malaysia. Saat itu, ia diundang seminar Internasional di Bangkok, Thailand.

Halim memutuskan menempuh perjalanan dari Semenanjung Malaya menuju Ibu Kota Negeri Gajah Putih menggunakan transportasi darat. Nahas, di perbatasan Malaysia-Thailand, meletus kerusuhan yang luar biasa.

"Waktu itu di luar hotel saya ditangkap oleh kelompok perusuh karena saya pakai peci dikiranya salah satu kelompok," kata dia menceritakan kejadian yang dia alami di Thailand Selatan.

Sebagai warga asing di negeri orang, dia menjadi serba salah di tengah situasi genting. Pertolongan datang dari jalan yang tak disangka-sangka.

"Tapi alhamdulillahnya ada anak punk atau anak jalanan yang melihat saya, karena saya turis bukan warga Thailand. Saya dilindungi oleh anak punk itu," tuturnya.

Halim Ambiya pendiri Pondok Tasawuf Underground. (Khairul Ma'arif/detikcom)Halim Ambiya pendiri Pondok Tasawuf Underground. (Khairul Ma'arif/detikcom)

Oleh anak punk itu, Halim diselamatkan situasi kerusuhan. Anak punk itu mengamankannya di bengkel, berlindung sementara. Dia tidak menduga, anak punk dengan penampilannya yang atraktif itu ternyata juga baik hati. Sejak saat itu, dia tidak mau melihat orang dari penampilan fisik belaka.

Pertolongan yang didapatkannya itu membuatnya selalu terkenang. Di kemudian hari, pengalaman itulah yang turut menggerakkan hatinya untuk menolong anak-anak punk atau anak jalanan pada umumnya.

"Saya tergerak melihat anak punk anak jalanan terlunta-lunta. Dia pernah nolong tiga bayi yang lahir di kolong jembatan, dunia gelap. Segudang persoalan saya mengintai kemudian saya mengetahui bagaimana kerasnya kehidupannya di situ. Saya ingin berbakti ingin mengubah kerasnya hidup untuk sesuatu hal yang berfaedah," tuturnya.

Halim Ambiya pendiri Pondok Tasawuf Underground. (Khairul Ma'arif/detikcom)Murid-murid Halim Ambiya di Pondok Tasawuf Underground. (Khairul Ma'arif/detikcom)

Pondok Tasawuf Underground bertempat di sudut Ciputat ini sejak 2020. Jauh sebelum itu, Halim sudah mengabdikan dirinya untuk masyarakat Ciputat. Saat awal-awal tinggal di Ciputat Halim sudah mendirikan TPA (Taman Pendidikan Alquran). Empat tahun di Malaysia tidak membuatnya melupakan Ciputat.

Seusai di Malaysia ia sempat menjadi dosen di kampus masa sarjananya dahulu, UIN Syarif Hidayatullah. Pria yang mengawali karir sebagai wartawan ini mengaku tidak sedikit pun memanfaatkan Pondok Tasawuf Underground ini sebagai tempatnya mencari nafkah.

"Saya punya penerbitan buku sendiri. Istri saya juga punya bisnis. Ini koleksi dari buku saya bukan dari donasi. Komputer yang ada di sini semua punya saya bidang usaha saya. Jadi saya hadirkan bidang pemberdayaan ini bukan sebagai pusat mendapatkan uang dari kehidupan mereka, bukan," ujar Halim.

"Kita juga bekerjasama dengan usaha yang lain kita buka steam mobil kita jualan pisang, bisnis online, jualan sablon dan lain sebagainya," imbuhnya.

Halim Ambiya pendiri Pondok Tasawuf Underground. (Khairul Ma'arif/detikcom)Halim Ambiya pendiri Pondok Tasawuf Underground. (Khairul Ma'arif/detikcom)

Total ada sekitar 130 anak jalanan yang pernah bergabung di Pondok Tasawuf Underground binaan Halim, sebagian dari mereka sudah mentas dari jalanan, ada yang berwirausaha hingga bekerja di pasar. Untuk saat ini, ada 26 anak jalanan yang bermukim di markas Ciputat ini, di luar itu ada pula 45 anak yang dibina di jalanan.

Dari Pondok Tasawuf ini, anak jalanan diberdayakan melalui kewirausahaan. Ada tujuh cabang jasa binatu (laundry) yang dijalankan. Aksi Halim Ambiya juga mendukung anak jalanan ke jenjang pendidikan yang lebih baik. Untuk saat ini, ada tujuh anak jalanan yang dia sekolahkan. Sudah ada tiga anak jalanan yang berkuliah di perguruan tinggi mengambil jurusan ilmu hukum dan tarbiyah (pendidikan).

Tonton juga Video: News of The Week: Bocah Disekap-Disiksa Ayah Tiri, Omicron Terkendali

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)