Kriminolog Nilai Kepala HRD Putus Asa hingga Rampok Bank di Jaksel

Arief Ikhsanudin - detikNews
Minggu, 10 Apr 2022 08:55 WIB
Tampang pegawai bank tersangka perampokan bank di Jaksel
Tampang pegawai bank tersangka perampokan bank di Jaksel. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Kriminolog FISIP UI Iqrak Sulhin menganalisis tindakan kepala HRD bank swasta berinisial BS (43) merampok bank di kawasan Jakarta Selatan. Iqrak menyebut BS merampok karena putus asa.

"Kelihatan sekali kalau itu bukan perampokan yang dilakukan oleh profesional (criminal career), lebih sebagai perampokan oleh orang yang putus asa," kata Iqrak, saat dihubungi, Sabtu (9/4/2022).

Setelah membaca kronologi perampokan oleh BS, Iqrak bisa langsung mengetahui bahwa perampokan itu dilakukan bukan oleh yang terbiasa merampok. Khususnya BS yang bertindak sendirian dan gunakan airsoft gun.

"Perampok karier nggak akan semudah itu dilumpuhkan. Untuk merampok bank, yang diasumsikan berada di kawasan ramai dan terjaga, para karir, setidaknya dari pola yang selama ini terjadi, akan memilih melakukan secara berkelompok dan menggunakan senjata api. Jarang sekali perampokan dilakukan solo," katanya.

Iqraq mengatakan biasanya orang yang memiliki jabatan menghindari merampok yang merupakan kejahatan jalanan. Jadi, jika ada yang merampok, berarti terlihat sudah putus asa. Terlebih BS menyebut memiliki utang lebih dari Rp 5 miliar.

"Para white collar (kelas atas, profesional, orang-orang dengan jabatan) itu bila melakukan kejahatan akan lebih cenderung melakukan korupsi, bukan perampokan yang berciri kejahatan jalanan. Itulah mengapa saya sebut ini kejahatan karena putus asa," katanya.

"Ditambah lagi dengan situasi yang dihadapi pelaku saat ini yang turut menjadi motif," ucapnya.

Diketahui, perampokan yang dilakukan BS terjadi pada Selasa (5/4). BS sempat meletuskan senjata airsoft gun saat melakukan perampokan tersebut. Namun aksi BS ini digagalkan oleh petugas satpam bank.

Pelaku kini telah ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. Dia dijerat dengan Pasal 365 juncto Pasal 53 KUHP dan UU Darurat dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.

Polisi terus menyelidiki kasus perampokan Bank BJB Cabang Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, yang dilakukan oleh BS. Hasil pemeriksaan sejauh ini diketahui BS merupakan kepala HRD sebuah bank swasta.

"Dia kepala HRD, pejabat tinggi di HRD," ujar Ridwan.

Polisi menyebut BS sebagai staf bank dengan penghasilan Rp 60 juta tiap bulan. Polisi menegaskan jabatan dari BS bukan pegawai biasa.

"Bukan staf biasa. Orang pejabat tinggi di HRD dan kelas banknya bank swasta," jelas Ridwan.

Tonton juga Video: Horor! Gadis di Garut Rekam Video saat Rumahnya Dibobol Rampok Sadis

[Gambas:Video 20detik]



(aik/dnu)