ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Belum Berjualan Pascakebakaran, Pedagang IRTI Monas Tunggu Relokasi

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 06 Apr 2022 13:04 WIB
204 Kios IRTI Monas Terbakar (Anggi/detikcom)
Foto: 204 Kios IRTI Monas Terbakar (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Sampai saat ini pedagang korban kebakaran kios Lenggang di area parkir IRTI Monas belum berjualan. Mereka menunggu relokasi dan pembangunan ulang kawasan Lenggang yang terbakar.

Pantauan di lokasi, di IRTI Monas, Rabu (6/4/2022) pukul 12.15 WIB terlihat garis polisi masih terpasang mengitari area kios yang terbakar. Tidak banyak pedagang korban kebakaran IRTI Monas yang tampak berada di lokasi.

Pada beberapa titik di area kebakaran tertempel sebuah pengumuman. Kertas pengumuman itu mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil barang apapun di area kios sampai proses penyelidikan rampung.

Kertas pengumuman yang dibuat pengurus kios Lenggang itu bertulisan 'Dilarang masuk ke area yang sudah di police line dan dilarang mengambil suatu barang atau benda berbentuk apapun sampai dengan selesainya penyelidikan dari pihak Polsek Gambir'.

Tampak atap kios bagian utara sudah ambruk menyentuh tanah, sementara pada sisi selatan atap masih berdiri namun tidak lagi setinggi sebelumnya. Terlihat warga juga mendatangi musala yang sempat terdampak kebakaran untuk melaksanakan salat.

Terlihat dedaunan dari pohon yang ikut terdampak berserakan di area kios yang terbakar. Beberapa meja dan kursi masih terlihat wujudnya meski terbakar separuh.

Salah satu pedagang korban kebakaran kios Lenggang, Dapit Wibisono (28) mengatakan para pedagang yang terdampak nantinya bakal direlokasi ke Plaza Monas bagian bawah. Para pedagang tengah menunggu instruksi Pemrov untuk pindah sembari menunggu keputusan pembangunan kios.

"Untuk sementara nanti direlokasi ke bawah dulu gitu, itu sementara pedagang-pedagang sambil nunggu dibangun gitu aja. Di plaza yang ada tiang listrik, sempet dulu ada di situ juga sebelum ini dibangun seperti itu," kata pemilik salah satu kios yang terdampak kebakaran, Dapit Wibisono di IRTI Monas, Rabu (6/4/2022).

Dia mengatakan pengelola kios sedang mendata kerugian detail setiap pedagang. Hasil rekapitulasi itu bakal diusulkan untuk bisa memperoleh ganti rugi dari Pemrov DKI.

"Lagi direncanakan lagi kita susun kan kita data nih kerugiannya berapa-berapa nih per kios, per pedagang, gitu. Kan ada masing-masingnya tuh ada kerugiannya ada golongannya, ada tingkat kerugiannya, makanya lagi kita data," ujarnya.

Dia menyebut pendataan kerugian itu belum rampung karena ada pemilik kios yang tengah pulang kampung. Kerugian bakal didata pengelola menurut tingkat kerugian masing-masing kios.

"Soalnya ada yang di kampung orangnya, nanti mau ke sini seperti itu. Ya mungkin panik ya mungkin ada barang-barangnya yang apa aset-asetnya. Dia nelpon rekan yang ada di sini, teman-teman nya, coba tolong dilihat," tuturnya.

Sebelumnya, polisi merampungkan penyelidikan terkait kebakaran yang menghanguskan ratusan lapak Kios Lenggang di parkir IRTI, Monas, Jakarta Pusat. Hasil penyelidikan mengungkap adanya unsur kesengajaan yang mengakibatkan 204 kios hangus terbakar itu.

Semula, kebakaran yang terjadi pada Kamis (31/3) sekitar pukul 05.20 WIB itu diduga dari korsleting listrik. Namun, dari hasil penyelidikan terungkap bahwa kebakaran tersebut akibat ulah pria inisial WST (29).

(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT