Dugaan Aliran Pungli Walkot Bekasi untuk Glamping hingga Investasi

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 06 Apr 2022 12:00 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi resmi jadi tersangka kasus pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan. Begini penampakan Rahmat Effendi saat mengenakan rompi tahanan KPK.
Eks Walkot Bekasi Rahmat Effendi (A Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Satu per satu aliran dana pungutan liar (pungli) Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau Pepen ditelusuri KPK. Diduga pungli yang dilakukan Pepen untuk investasi pribadi hingga glamping atau glamorous camping.

Dirangkum detikcom, Rabu (6/4/2022), Pepen ditetapkan KPK sebagai tersangka penerima suap dan pungli. Terbaru KPK menetapkan Pepen sebagai tersangka tindak pencucian uang (TPPU).

Untuk kasus dugaan suap, Pepen disebut meminta uang kepada pihak yang lahannya diganti rugi oleh Pemkot Bekasi sebagai bentuk komitmen. Sedangkan di kasus punglinya, Pepen diduga menarik pungutan ke sejumlah pegawai.

Teranyar, KPK mengumumkan Pepen menjadi tersangka kasus pencucian uang. Namun KPK belum menjelaskan rinci konstruksi kasus Pepen melakukan pencucian uang.

Terkait dugaan pungli Pepen, KPK menduga Pepen mengumpulkan pungutan dari para ASN di Pemkot Bekasi. Uang dari hasil pungutan itu diduga untuk investasi pribadi Pepen.

Sejumlah pejabat Pemkot pun telah diperiksa terkait hal ini.

"Dugaan adanya pengumpulan sejumlah uang dari para ASN di berbagai SKPD pada Pemkot Bekasi atas perintah Tersangka RE yang diperuntukkan bagi investasi pribadi Tersangka RE dimaksud," ucap Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (5/4).

Tak hanya digunakan untuk investasi pribadi, Pepen juga diduga meminta uang kepada jajaran camat di wilayahnya untuk membangun glamping atau glamorous camping.

Ada 9 orang saksi yang diperiksa terkait kepemilikan glamping Pepen. Enam orang diantaranya adalah camat.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya perintah penarikan sejumlah uang oleh tersangka RE (Rahmat Effendi) dari para camat maupun ASN Pemkot Bekasi untuk membangun glamping," ucap Ali kepada wartawan, Rabu (6/4).

"Diduga kepemilikan glamping tersebut atas nama pribadi Tersangka RE," imbuhnya.

Sumber detikcom menyebut lokasi glamping itu di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Lokasi glamping itu tepatnya di vila milik Pepen.

Diketahui, Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (5/1) di Bekasi, Jawa Barat. Setelahnya, Pepen resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

(dhn/rak)