ADVERTISEMENT

5 Fakta Vincent Raditya Dipolisikan soal Trading Bodong di Kali Kedua

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 03 Apr 2022 05:00 WIB
vincent raditya
Kapten Vincent Raditya (Instagram @vincentraditya)


3) Korban Minta Polisi Segara Usut Vincent Raditya


Pihak korban meminta polisi segera melakukan upaya hukum terhadap Kapten Vincent Raditya, yang dilaporkan atas dugaan penipuan trading binary option Oxtrade. Korban khawatir Kapten Vincent bakal menghilangkan barang bukti.

"Kita tidak menuduh, tapi kita mengantisipasi supaya tidak terjadi penghilangan barang bukti, penyamaran aset. Kita menghindari itu sebenarnya," kata pengacara pelapor MMH, Finsensius Mendrofa.

Berkaca dari kasus Indra Kenz yang sempat menghilangkan barang bukti, pihaknya khawatir Vincent Raditya melakukan hal serupa.

"Ini bukan menuduh ya kalau dia akan menghilangkan barang bukti. Tapi kita belajar dari kasus IK (Indra Kenz) kan kami yang melapor awal kasus binary option, sehingga kami paham betul," tutur Finsensius.


4) Polda Metro Selidiki Laporan Korban

Laporan korban terhadap Vincent Raditya telah diterima Polda Metro Jaya. Polisi saat ini masih menyelidiki laporan tersebut.

"Betul, memang ada laporan tersebut dan saat ini masih dalam penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan, Sabtu (2/4/2022).

Zulpan menjelaskan secara singkat pelaporan korban tersebut. Berdasarkan laporan korban ke polisi, awalnya korban melihat postingan soal Oxtrade di Insta Story akun Instagram Vincent Raditya.

"Yang mana dalam Insta Story tersebut akun 'Captain Vincent Raditya' ini menjelaskan dan mengajak untuk ikut dalam trading Oxtrade," katanya.

Kemudian korban masuk ke dalam grup Telegram 'Belajar Bareng Oxtrade Indonesia'. Berjalannya waktu, korban ikut dalam trading tersebut dan menyetorkan uang secara bertahap sebagai deposito yang diarahkan oleh aplikasi trading tersebut dengan nilai total Rp 50 juta.

"Saat trading, korban mendapati kejanggalan, di mana saat trading grafik menunjukkan di atas, namun tiba-tiba grafik menurun hingga lost. Atas kejadian ini korban merasa dirugikan, sehingga melapor ke Polda Metro," tutur Zulpan.

Baca di halaman selanjutnya: pelapor diperiksa pekan depan.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT