5 Fakta Vincent Raditya Dipolisikan soal Trading Bodong di Kali Kedua

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 03 Apr 2022 05:00 WIB
vincent raditya
Kapten Vincent Raditya (Instagram @vincentraditya)
Jakarta -

Kapten Vincent Raditya kembali dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan trading binary option, Oxtrade. Selebgram yang juga pilot ini dituduh sebagai afilliator yang mempromosikan Oxtrade hingga para korban mengalami kerugian.

Kali ini, Vincent Raditya dilaporkan oleh pelapor berinisial MMH. Korban mengaku mengalami kerugian puluhan juta rupiah gara-gara trading bodong di Oxtrade.

Laporan korban MMH ini telah diterima di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/B/1578/III/2022/SPKT Polda Metro Jaya, tanggal 28 Maret 2022. MMH melaporkan Vincent Raditya dengan tuduhan penipuan melalui media elektronik dan atau perjudian online dan atau TPPU Pasal 28 ayat (1) juncto Pasal 45 A ayat (1) dan/atau Pasal 27 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU ITE dan/atau Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 UU TPPU, dan Pasal 378 juncto 55 ayat 1 KUHP.

"Terlapornya Oxtrade dan afiliator VR," kata pengacara korban, Finsensius Mendrofa, kepada wartawan, Sabtu (2/4/2022).


Berikut fakta-fakta Vincent Raditya yang dilaporkan kedua kalinya di kasus trading bodong Oxtrade:


1) Kapten Vincent Dituduh Flexing untuk Tarik Minat Member

Dugaan penipuan ini bermula ketika korban melihat postingan di Insta Story akun Instagram Kapten Vincent Raditya yang menjelaskan dan mengajak untuk ikut dalam trading Oxtrade. Korban lalu masuk grup Telegaram 'Belajar Bareng Oxtrade Indonesia'.

Pengacara korban, Finsensius mengatakan Vincent Raditya melakukan flexing di grup Telegram tersebut. Sehingga, korban tertarik dan ikut trading di Oxtrade.

"Jadi mulanya Oktober 2021 klien saya masuk ke grup Telegram. Modusnya sama, diajak meeting, diajari untuk meyakinkan para member di Telegram itu. Intinya, dengan flexing-nya, dia menjadi member, tertarik dengan Oxtrade, ini yang dari VR ini," ujar pengacara korban, Finsensius Mendrofa, saat dihubungi, Sabtu (2/4/2022).

Kapten Vincent Raditya dituding sebagai affiliator dan sekaligus admin grup Telegram 'Belajar Bareng Oxtrade Indonesia' itu. Grup Telegram itu memiliki ribuan member.

"Grup Telegram keanggotaan 13.800 lebih pada saat klien kami screenshot," kata Finsensius.


2) Kerugian Korban Capai Puluhan Juta

Dalam rentang waktu sekitar 4 bulan lebih, korban mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Upaya komunikasi yang dilakukan korban kepada Kapten Vincent pun tidak mendapatkan tanggapan.

"Sudah pernah coba berusaha, bahkan di grup Telegram. Tapi belum ada jawaban ya, masih belum. Terlapor kan ini belum ada kabar sampai sekarang. Kita lihat hanya di IG-nya saja, kita nggak tahu dia di mana," jelas Finsensius.


Baca di halaman selanjutnya: pihak pelapor minta polisi segera usut Kapten Vincent Raditya.

Simak juga 'Nama Sederet Selebriti yang Terseret Kasus DNA Pro, Siapa Saja?':

[Gambas:Video 20detik]