Warga Marunda Ancam Gugat KCN Jika Tak Ada Solusi Polusi Abu Batu Bara

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 28 Mar 2022 18:13 WIB
Warga Marunda mengancam akan menggugat pihak PT Karya Citra Nusantara (KCN) jika tak ada solusi penyelesaian pencemaran atau polusi abu batu bara. (Wildan N/detikcom)
Warga Marunda mengancam akan menggugat pihak PT Karya Citra Nusantara (KCN) jika tak ada solusi penyelesaian pencemaran atau polusi abu batu bara. (Wildan N/detikcom)
Jakarta -

Masyarakat Rusunawa Marunda menyiapkan jalur hukum terkait persoalan pencemaran atau polusi abu batu bara di kawasan Marunda, Jakarta Utara (Jakut). Langkah ini akan diambil jika tidak ada iktikad baik dari pihak PT Karya Citra Nusantara (KCN).

"Kita akan menempuh jalur hukum. Kita sudah berkoordinasi dengan LBH Jakarta juga akan ada pendampingan hukum. Kami akan melakukan gugatan hukum, dan kita akan selalu berkonsultasi dengan LBH Jakarta," kata Ketua Forum Masyarakat Rusunawa Marunda (F-MRM), Didi Suwandi, di Patung Kuda, Senin (28/3/2022).

"Jadi kita sampaikan dulu tuntutan kita tindak lanjutnya seperti apa kepada pemerintah. Kita maunya KCN benahi itu, kalau misal pemerintah tidak merespons, kita langsung tindak KCN (jalur hukum)," lanjutnya.

Didi mengatakan jalur hukum ini akan ditempuh jika dalam waktu dua minggu pemerintah tak kunjung membenahi masalah polusi batu bara di Marunda.

"Kami sudah memberikan batas waktu, agar dalam waktu dekat ini, ada keputusan. Kita minta satu minggu dua minggu sudah ada keputusan yang baik untuk permasalahan di Marunda terkait pencemaran debu batu bara," katanya.

Hal ini disampaikan setelah beberapa massa aksi bertemu dengan perwakilan Istana Presiden untuk memberikan surat terbuka terkait tuntutan aksi mereka hari ini. Audiensi dimulai pukul 15.30 sampai 16.00 WIB.

"Tadi kita sudah bersurat dan dari arahan, itulah birokrasi Indonesia, mereka akan mencoba memberikan surat kepada Presiden," kata dia.

3 Warga Marunda Luka Kornea

Dia mengatakan warga Marunda yang menjadi korban dengan mengalami ulkus kornea diduga akibat abu batu bara bertambah menjadi tiga orang. Ketiganya adalah Raihan (9), Bayu (16), dan Syifa (9).

Didi mengatakan kondisi mereka sama dengan Raihan. Salah seorang anak di sana yang harus menjalani operasi transplantasi mata akibat debu batu bara.

"Dua warga kami, adinda Bayu (16) dan adinda Syifa (8) mengalami atau didiagnosa ulkus kornea. Sama seperti Rayhan yang bola matanya diganti," kata Didi.

"Kalau melihat kasusnya kami membaca di media bahwa penyakit tersebut sangat besar berdampak dari debu. Debunya ini kami meyakini debu batu bara. Karena kalau debu biasa tidak seperti itu. Sehingga terbakar korneanya karena kan panas," imbuhnya.

Setelah melakukan audiensi, pada pukul 16.13 WIB, massa aksi F-MRM mulai membubarkan diri dari Patung Kuda. Mereka membubarkan diri ke arah Jalan Medan Merdeka Selatan.

Jalan Medan Merdeka Barat arah Istana kembali dibuka pada pukul 16.18 WIB. Lalu lintas terpantau ramai lancar. Kawat berduri yang sebelumnya terpasang pun sudah di lepas.

Sementara itu, Jalan Medan Merdeka Barat arah Thamrin masih ditutup karena masih ada massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menggelar aksi di Patung Kuda. Kawat berduri juga masih terpasang di sana.

(jbr/jbr)