Warga Marunda Demo Anies soal Debu Batu Bara: Jangan Lepas Tangan!

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 28 Mar 2022 13:05 WIB
Demo warga Marunda di Balai Kota Jakarta.
Foto: Wildan/detikcom
Jakarta -

Massa aksi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Rusunawa Marunda (F-MRM) kembali menggelar aksi di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat (Jakpus). Mereka meminta keadilan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Meskipun massa kepemimpinannya Anda sebentar lagi, tapi hari ini kami tetap warga Anda. Hari ini kami datang untuk meminta keadilan. Besok kami sebagai orang tua mati, tapi bagaimana dengan anak-anak kami," ujar salah satu orator di mobil komando, Paul Nangkur, di Balai Kota, Senin (28/3/2022).

"Siapa pun yang punya kepentingan di KCN tolong diatur dicek lagi. Sudah banyak pihak terkait yang turun ke bawah, KPAI, Dinas Lingkungan Hidup mengatakan bahwa KCN dan pihak yang di sana itu melanggar undang-undang. Sudah empat tahun amdalnya melanggar, tapi tidak diabaikan, ada apa di KCN? Sampai warga kami juga mengatakan, apakah gubernur juga mendapat roti dari sana?" imbuhnya.

Warga meminta Pemprov DKI tidak lepas tangan akan polusi debu batu bara di Marunda yang disebabkan PT KCN. Massa mengancam tak akan meninggalkan Balai Kota sebelum ditemui.

"Sekali lagi tolong temui kami, kami tidak akan pulang kami akan kerahkan semua massa ke sini, sebelum kepastian hukum kami terpenuhi. Jangan lepas tangan, jangan pangku tangan, apakah mata hati kalian sudah lupa. Kami tidak takut COVID, kami hanya takut debu batu bara," ucap orator.

"KSOP dicopot, karena statement dia SOP-nya sudah jelas dan tidak melanggar aturan. Hari ini kami datang dengan bukti yang ada, kami tidak datang dengan tangan kosong. Anak-anak kami ada yang matanya buta, kakinya lumpuh, gatal-gatal, itu karena polusi abu batu bara," imbuhnya.

Massa juga berencana melakukan long march ke Patung Kuda. Pendemo menuntut Presiden Jokowi juga turun tangan.

"Aksi kita yang pertama tidak membuahkan hasil. Kami hari ini hadir ingin ada kejelasan dari sanksi ini, bentuk tim independen pengawasan sanksi ini," ujar orator.

Ketua F-MRM Didi Suwandi mengatakan aksi ini juga menuntut Menteri Perhubungan dicopot.

"Tuntutannya berbeda. Kami meminta Pak Jokowi mengevaluasi dan mencopot Menteri Perhubungan. Karena melindungi oknumnya yang melakukan pembiaran sehingga pencemaran lingkungan ini terjadi, dan korban-korban berjatuhan di pihak kami," kata dia.

Didi menuturkan sanksi pemerintah yang diberikan kepada PT Karya Citra Nusantara (KCN) tidak kunjung berdampak baik bagi mereka. Selain itu, hingga kini polusi abu batu bara juga menambah dua korban lainnya yang mengalami ulkus kornea.

"Sanksi dari Pemprov DKI tidak memberikan dampak yang berarti untuk kami. Karena penyebabnya (regulator/pemegang regulasi & korporasi) masih sama aja mereka-mereka juga. Yang masih menyangkal terjadinya pencemaran, yang masih beroperasi tanpa mementingkan lingkungan," ujarnya.

"Hari ini dua warga kami, Adinda Adi dan Adinda Syifa mengalami/didiagnosa ulkus kornea, sama seperti Rayhan yang bola matanya diganti," jelasnya.

Sementara itu, lalu lintas di sekitar titik kumpul terpantau ramai lancar. Sedangkan kendaraan dari Jalan Medan Merdeka menuju Patung Kuda hanya menggunakan satu ruas jalan imbas massa aksi. Belum terlihat ada penutupan jalan di sekitar kawasan demo. Beberapa petugas kepolisian pun masih mengamankan jalannya aksi.

(idn/idn)