ADVERTISEMENT

Panas-Dingin Hubungan Terawan-IDI Berujung Pemecatan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Mar 2022 11:43 WIB
Menkes Terawan Agus Putranto (Andhika Prasetia/detikcom)
Terawan Agus Putranto (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Mantan Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto resmi dipecat sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berdasarkan keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Terawan dan IDI memiliki hubungan panas-dingin sejak munculnya terapi 'cuci otak'.

Terawan dipecat dalam Muktamar Ke-31 IDI yang digelar di Aceh. Terawan pun tidak diizinkan melakukan praktik kedokteran. Hal itu dikonfirmasi Ketua Panitia Muktamar Ke-31 IDI dr Nasrul Musadir Alsa, Sabtu (26/3/2022).

"Iya (dipecat), dari hasil muktamar yang kami terima ya. Dari hasil yang kita terima yang diserahkan panitia memang begitu, (sesuai) MKEK iya," kata dr Nasrul Musadir Alsa.

Berikut panas dingin hubungan Terawan-IDI:

1. Beredar Surat Pemecatan Terawan

Beredar surat keputusan pemecatan sementara dr Terawan Agus Putranto yang terkenal dengan terapi 'cuci otak'. Surat tersebut menyatakan bahwa Terawan melanggar kode etik kedokteran dan dipecat dari keanggotaan IDI pada 2018.

"Saya ndak menanggapi itu karena saya tidak dapat suratnya. Saya harus dapat suratnya baru bisa mengomentari," ujarnya saat konferensi pers di Gedung Utama Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Senen, Rabu (4/4/2018).

Soal pemecatan, dr Terawan mendapat dukungan dari Komisi I DPR RI. Pada 2018, Komisi I mengatakan IDI belum menetapkan keputusan apa pun. Kala itu, Terawan bekerja di RSPAD Gatot Soebroto, TNI AD merupakan mitra kerja Komisi I.

2. IDI Tunda Pemecatan Terawan

Terapi 'cuci otak' yang dilakukan Terawan dengan menggunakan digital subtraction angiography (DSA) dikatakan Ketua Umum PB IDI Prof Ilham Oetama Marsis pada 2018 harus dianalisis metode oleh Tim Health Technology Assessment (HTA) yang dibentuk oleh Menteri Kesehatan.

"Syarat pelayanan dan prosedur itu kewenangan dari Kemenkes. Kalau belum ada keputusan, itu tidak bisa," ujarnya seusai konferensi pers di Sekretariat Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Jl Sam Ratulangi, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).

HTA merupakan suatu badan yang bernaung di Kementerian Kesehatan dan berwenang khusus untuk menetapkan suatu teknologi kesehatan bagaimana pemanfaatannya serta menilai apakah teknologi ini lebih baik secara klinis maupun biaya dibanding teknologi yang sudah ada.

"Tidak mungkin satu penemuan tanpa uji klinik yang baik itu semena-mena diterapkan pada masyarakat. Kebijakan pelayanan harus dengan patient safety yang baik. Itu prinsip pelayanan" tegasnya.

3. Sanksi Ditunda, Bisa Buka Praktik Tanpa 'Cuci Otak'

Sanksi etik berupa pencabutan izin praktik terhadap Terawan Agus Putranto ditunda pada 2018. Maka Terawan masih bisa buka praktik sebagai dokter.

"dr Terawan boleh melakukan praktik sebatas kompetensi yang diakui," kata Ketua Umum PB IDI Ilham Oetama Marsis kala itu saat rapat bersama Komisi IX di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Simak Video: Sederet Kontroversi Terawan Hingga Dipecat IDI

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT