Sales Dealer Resmi Honda yang Tipu Konsumen Residivis Penipuan di Cilacap

ADVERTISEMENT

Sales Dealer Resmi Honda yang Tipu Konsumen Residivis Penipuan di Cilacap

Mulia Budi - detikNews
Minggu, 20 Mar 2022 12:46 WIB
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Ridwan Soplanit
Kompol Ridwan Soplanit (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Tersangka MR, sales dealer resmi Honda MT Haryono di Jakarta Selatan, merupakan seorang residivis. MR yang diduga menipu konsumen, Yunita Sari, itu pernah ditangkap di Cilacap.

"Pernah ditangkap di Cilacap kasus penipuan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Ridwan Soplanit kepada wartawan, Minggu (20/3/2022).

Ridwan mengatakan MR sudah melakukan aksinya beberapa kali. Menurutnya, aksi penipuan MR pun dilakukan di sejumlah tempat.

"Dia sebenarnya sudah melakukan ini beberapa kali, memang setelah kita tahu setelah kita koordinasi ternyata pernah di Jawa Barat, di beberapa tempat lah, dan pernah ditangkap, dan sebagainya," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan MR bekerja di dealer resmi Honda MT Haryono, Jakarta Selatan, baru sepekan. Dia kabur setelah berhasil menipu Yunita Sari.

"Sebenarnya dia masuk di dealer itu dia sebagai pegawai kan satu minggu, setelah itu dibikin modusnya dia kabur. Ya 1 korban," ucapnya.

Curhat Konsumen Ditipu Sales

Sebelumnya, Yunita Sari curhat di media sosial karena merasa ditipu oknum sales mobil di dealer Honda. Ia berniat membeli mobil, tapi uangnya dibawa kabur oknum sales tersebut.

Yunita bercerita, dia melakukan transaksi pembelian mobil Honda Brio di dealer resmi Honda di MT Haryono, Jakarta. Dia melakukan transaksi dengan oknum sales yang memakai seragam lengkap dengan ID card hingga kartu nama yang meyakinkan.

Yunita membeli unit Brio tipe E yang dijanjikan sales untuk di-upgrade menjadi tipe RS dengan penambahan body kit dan sebagainya. Diskon pun sudah disepakati. Dia percaya pada skenario yang dibuat oleh oknum sales tersebut karena transaksi dilakukan di dalam dealer resmi dan dilakukan bersama sales berseragam lengkap.

Namun transaksi dilakukan dengan transfer ke rekening pribadi. Nahas, DP yang ditransfer ke rekening pribadi ludes digondol oknum tersebut.

Singkatnya, Yunita diminta mentransfer DP sebesar total Rp 47 juta ke rekening pribadi. Dia juga diminta melakukan pelunasan sebesar Rp 134 juta ke rekening resmi dealer Honda.

"Kalau Rp 134 juta masuk ke rekening Honda, dan rencananya akan di-refund dalam 21 hari, maksimal tanggal 18 Maret 2022," kata Yunita kepada detikcom, Senin (7/3).

Oknum sales yang menipu Yunita dicari. Pihak dealer sudah mendatangi alamat sesuai KTP oknum sales tersebut, tapi tidak ditemukan.

Menurut Yunita, dealer hanya akan mengembalikan Rp 134 juta sesuai nominal yang dikirimkan ke rekening resmi. Sementara Rp 47 juta yang ditransfer ke rekening pribadi melayang.

"Dealer bilang sudah bantu cari namun tidak ketemu yang bersangkutan di rumah sesuai KTP. Terus hanya bisa kembalikan Rp 134 juta sesuai yang masuk ke rekening Honda," sebutnya.

(knv/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT