Kabur, Sales Dealer Resmi Honda Kasus Tipu Konsumen Jadi Tersangka!

ADVERTISEMENT

Kabur, Sales Dealer Resmi Honda Kasus Tipu Konsumen Jadi Tersangka!

Mulia Budi - detikNews
Minggu, 20 Mar 2022 11:24 WIB
Logo Mobil Honda
Ilustrasi Logo Honda (Dadan Kuswaraharja/detikcom)
Jakarta -

Polisi menetapkan MR, sales dealer resmi Honda MT Haryono di Jakarta Selatan, sebagai tersangka. Polisi kini memburu sales yang diduga menipu konsumen bernama Yunita Sari tersebut.

"Kabur juga. Sudah tersangka," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Ridwan Soplanit kepada wartawan, Minggu (20/3/2022).

Dia mengatakan penipuan yang dilakukan MR kepada Yunita Sari bukanlah aksi pertama. Menurutnya, MR sudah beberapa kali melakukan aksi penipuan yang serupa.

"Pelaku sudah lakukan modusnya di beberapa tempat selain Jakarta," katanya.

Curhat Konsumen Ditipu Sales

Sebelumnya, Yunita Sari curhat di media sosial karena merasa ditipu oknum sales mobil di dealer Honda. Ia berniat membeli mobil tapi uangnya dibawa kabur oknum sales tersebut.

Yunita bercerita bahwa dia melakukan transaksi pembelian mobil Honda Brio di dealer resmi Honda di MT Haryono, Jakarta. Dia melakukan transaksi dengan oknum sales yang memakai seragam lengkap dengan ID card hingga kartu nama yang meyakinkan.

Yunita membeli unit Brio tipe E yang dijanjikan sales untuk di-upgrade menjadi tipe RS dengan penambahan body kit dan sebagainya. Diskon pun sudah disepakati. Dia percaya pada skenario yang dibuat oleh oknum sales tersebut karena transaksi dilakukan di dalam dealer resmi dan dilakukan bersama sales berseragam lengkap.

Namun transaksi dilakukan dengan transfer ke rekening pribadi. Nahas, DP yang ditransfer ke rekening pribadi ludes digondol oknum tersebut.

Singkatnya, Yunita diminta mentransfer DP sebesar total Rp 47 juta ke rekening pribadi. Dia juga diminta melakukan pelunasan sebesar Rp 134 juta ke rekening resmi dealer Honda.

"Kalau Rp 134 juta masuk ke rekening Honda, dan rencananya akan di-refund dalam 21 hari, maksimal tanggal 18 Maret 2022," kata Yunita kepada detikcom, Senin (7/3).

Oknum sales yang menipu Yunita dicari. Pihak dealer sudah mendatangi alamat sesuai dengan KTP oknum sales tersebut, tapi tidak ditemukan.

Menurut Yunita, dealer hanya akan mengembalikan Rp 134 juta sesuai dengan nominal yang dikirimkan ke rekening resmi. Sementara Rp 47 juta yang ditransfer ke rekening pribadi melayang.

"Dealer bilang sudah bantu cari, namun tidak ketemu yang bersangkutan di rumah sesuai KTP. Terus hanya bisa kembalikan Rp 134 juta sesuai yang masuk ke rekening Honda," sebutnya.

(gbr/gbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT