detikcom Do Your Magic

Berani Speak Up soal Upah Pasukan Biru, Cahyono Disebut Pahlawan

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 16 Mar 2022 16:43 WIB
Inilah aksi pasukan biru dari Dinas Tata Air DKI Jakarta, saat nyemplung ke got hitam untuk mengangkut kotoran lumpur yang menyumbat saluran air, di Jalan Pal Putih, Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (23/05/2017).
Foto ilustrasi: Pasukan biru DKI Jakarta atau petugas Dinas Sumber Daya Air DKI. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Untung Cahyono yang merupakan pasukan biru di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mengeluhkan upah yang belum sesuai UMP DKI. Kawan-kawan pasukan biru menganggap Cahyono sebagai pahlawan karena sudah berani speak up atau bicara jujur menyampaikan keluhan. Soalnya, banyak kawan-kawannya khawatir dengan keberlangsungan pekerjaan Cahyono usai mengeluh soal upah.

Cahyono mengeluhkan upah pasukan biru yang belum sesuai UMP DKI 2022 lewat akun Twitter resmi Pemprov DKI Jakarta, juga berbicara saat diwawancarai detikcom Do Your Magic. Keluhan Cahyono itu direspons baik oleh Pemprov DKI Jakarta yang berencana menaikkan upah PJLP sesuai UMP DKI 2022 awal bulan depan.

Seorang personel pasukan biru di Jakarta berinisial A (40) mengapresiasi keberanian Cahyono menyampaikan keluhannya perihal upah yang kurang setara UMP DKI 2022 (bahkan UMP DKI 2021) ini.

"Dia pahlawan itu di PJLP (Penyedia Jasa Layanan Perorangan), bagi saya pahlawan itu," kata A saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu (16/3/2022).

A tidak menggunakan nama terang karena ada kekhawatiran risiko dari lingkungan kerjanya. Dia mengatakan, meski realisasi kenaikan upah sesuai UMP 2022 sebesar Rp 4,6 juta yang dijanjikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada bulan depan belum bisa dilihat, menurutnya Cahyono tetap adalah pahlawan.

"Biarpun hasilnya belum kelihatan sampai sekarang, pahlawan, dan udah banyak orang SDA ngomong itu. Udah banyak orang SDA ngomong dia itu pahlawan," ujarnya.

Sejumlah petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan sibuk membangun tanggul sementara. Tanggul itu dibangun guna mengantisipasi banjir susulan.Foto ilustrasi, tak berhubungan langsung dengan berita: Sejumlah petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan atau pasukan biru. (Agung Pambudhy/detikcom)

Selain itu, dia mengaku upahnya hanya Rp 4,2 juta. Artinya, upah yang diterima A dan kawan-kawan pasukan biru belum sesuai UMP 2021 yang sebesar Rp 4,4 juta.

"(Upah saya) Rp 4,2 juta dari tahun 2020 sampai Februari 2022. Kalau menurut saya itu cuma buat lajang aja kalau di DKI, kalau buat yang berkeluarga nggak. Dibilang cukup nggak juga ya dicukup-cukupinlah. Daripada nggak ada sama sekali, kita nganggur, ya di cukup-cukupi saja," ujar A, yang sudah punya anak tiga.

Sebelumnya, Untung Cahyono selaku personel pasukan biru alias petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA Jakarta) mengeluhkan upahnya yang belum naik. Padahal, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menaikkan upah minimum provinsi (UMP) dari Rp 4,4 juta pada 2021 menjadi Rp 4,6 juta pada 2022.

Perubahan UMP sendiri tertuang dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor 1517 Tahun 2021 tentang UMP Tahun 2022. Kepgub itu diteken Anies pada 16 Desember 2021. Namun ternyata, pasukan biru (julukan petugas Dinas SDA Jakarta) yang merupakan golongan pegawai rekrutan Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP) masih belum mendapatkan kenaikan upah sesuai UMP terbaru.

Cahyono, salah satu personel pasukan biru Dinas Sumber Daya Air di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)Cahyono, salah satu personel pasukan biru Dinas Sumber Daya Air di Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)

Untung Cahyono, personel pasukan biru dari Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Senen, salah satunya. Pria 30 tahun ini sudah mengutarakan keluhannya ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta via Twitter resmi @DKIJakarta, 2 Maret 2022. detikcom Do Your Magic menemui Cahyono untuk mengetahui persoalan upah yang dia terima. Dia masih mendapat upah Rp 4,2 juta per bulan.

"Itu (keluhan di Twitter) sebenarnya keluh kesah aja Mas, karena memang gaji sebesar Rp 4,2 juta itu pas-pasan banget buat kita, belum lagi buat ngontrak, makan, dan kehidupan sehari-hari," katanya saat ditemui di Kantor Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Senin (7/3) pekan lalu. (dnu/dnu)