Polda Bali menyelidiki laporan dugaan penipuan investasi online dengan ratusan orang menjadi korban, yaitu robot trading Fahrenheit, di wilayah Bali.
"Laporan belum saya terima, tapi kami akan tindak lanjuti dan selidiki terkait dengan laporan tersebut," kata Direskrimsus Polda Bali Kombes Hendri Fiuser, seperti dilansir Antara, Selasa (15/3/2022).
Ia mengatakan laporan yang diterima masih akan diproses lebih lanjut karena posisi pihak yang dilaporkan berpusat di Jakarta.
Pengakuan Korban
Sementara itu, salah satu korban dugaan penipuan investasi bernama Murni Wyati mengatakan diperkirakan ada 700 orang yang diduga menjadi korban investasi (robot trading Fahrenheit) yang dikelola oleh (PT FSP Akademi Pro) secara online.
Korban mengaku telah bergabung dengan investasi tersebut sejak Februari lalu dan mengalami kerugian pengurangan modal secara terus-menerus.
"Kami (tujuh orang) melaporkan penipuan investasi robot trading Fahrenheit yang dimanipulasi dan tidak sewajarnya. Anggota ada 700 sampai 1.000 orang, khusus di sekitar 700 dan ada paguyuban lain yang belum sampai di sini dan akan segera menyusul," jelas Murni.
Dikatakannya, investasi yang dilakukan para nasabah dari kisaran USD 500 sampai USD 1,5 juta.
"Awalnya aman-aman saja trading tiap hari profit, lalu pada tanggal 28 Januari itu diberhentikan dengan alasan mengurus perizinan. Dan dibekukan karena izinnya tidak lengkap, kemudian mereka menjanjikan 25 Februari akan trading dan bisa withdraw. Pada akhirnya tidak terjadi, diundur sampai 7 Maret, malamnya tiba-tiba trading lagi dan minusnya luar biasa. Yang terus-menerus tanpa stop sampai uang terkuras," katanya.
Pihaknya prihatin terhadap nasabah lain yang melakukan investasi sepenuhnya karena kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19. Ia menyayangkan PT FSP Akademi Pro bukannya memberikan solusi tetapi justru musibah.
Simak juga video 'Terseret Kasus Trading Investasi, Doni Salmanan Diperiksa Pekan Depan':
(jbr/imk)