42 Pohon Tumbang-2 Bangunan Roboh di DKI Akibat Angin Kencang Pekan Lalu

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 08 Mar 2022 12:05 WIB
Angin kencang masih berpotensi terjadi di Jabodetabek selama 2 hari ke depan. Tercatat ada 162 pohon di Kota Bogor yang masuk dalam kategori rawan tumbang. (M Solihin/detikcom)
Ilustrasi pohon tumbang (M Solihin/detikcom)
Jakarta -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat terdapat 42 pohon tumbang dan 2 bangunan roboh akhir pekan lalu. Hal itu terjadi akibat angin kencang yang terjadi di wilayah Jabodetabek.

Jumlah tersebut merupakan data yang dicatat BPBD DKI Jakarta pada Sabtu (5/3) hingga Minggu (6/3). Selain pohon tumbang dan bangunan roboh, tercatat pula jumlah korban luka-luka.

"Terdapat 42 pohon tumbang, 2 bangunan roboh, 2 korban luka berat serta 5 korban luka ringan. Korban juga segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji melalui keterangan tertulis, Selasa (8/3/2022).

Isnawa memastikan petugas langsung bergerak membersihkan puing-puing reruntuhan maupun bangunan roboh pasca kejadian. Sementara, untuk korban luka dievakuasi ke faskes terdekat untuk penanganan intens.

Isnawa mengatakan pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Dinas Gulkarmat serta aparat kelurahan demi mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan angin kencang dan pohon tumbang.

"Lokasi-lokasi terdampak angin kencang pun sudah ditangani oleh perangkat daerah," ujarnya.

Terakhir, BPBD DKI mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap terjadinya cuaca ekstrem di waktu mendatang. Informasi terkini mengenai peringatan dini cuaca dapat dilihat melalui berbagai kanal informasi seperti WAG dan media sosial (Instagram @bpbddkijakarta , Twitter, dan Facebook). Masyarakat juga bisa mengakses informasi terbaru mengenai perkembangan cuaca berbasis peta spasial pada situs bpbd.jakarta.go.id/peringatandini.

BPBD DKI juga mengimbau kepada masyarakat, apabila menemukan pohon yang tidak sehat dan rawan tumbang agar segera melapor melalui fitur JakLapor dalam aplikasi JAKI atau langsung menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112 yang dapat diakses selama 24 jam dan bebas pulsa.

"Ciri-cirinya batang keropos, tajuk tidak seimbang, kerusakan akar dan keterbatasan zona akar, atau kemiringan batang pohon lebih dari 30 derajat, mengalami atau menemukan keadaan darurat, seperti pohon tumbang serta papan reklame/tiang listrik roboh," tambahnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena cuaca ekstrem masih dapat berlangsung hingga bulan April mendatang. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menambahkan penyebab angin kencang lantaran adanya dinamika atmosfer di Samudra Hindia wilayah Sumatera hingga Selatan Bali. Kondisi ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan sirkulasi siklonik di wilayah Jabodetabek hingga Jawa Barat.

"Berdasarkan pantauan citra radar dan citra satelit, kejadian angin kencang di wilayah Jabodetabek dipicu oleh sistem awan konvektif seperti jenis Cumulonimbus (Cb) yang bergerak dari wilayah barat Banten ke arah timur menuju wilayah Jabodetabek dengan dimensi sistem awan yang memanjang dari utara ke selatan. Awan itu menimbulkan hembusan angin yang cukup kencang hingga menyebabkan hujan di wilayah Banten dan Jabodetabek," ujar Guswanto.

Keberadaan sistem awan konvektif yang bergerak dari arah barat tersebut, selain menimbulkan hembusan angin yang cukup kencang, juga menyebabkan terjadinya hujan di wilayah Banten dan Jabodetabek dengan durasi yang beragam ringan hingga lebat dalam durasi singkat seperti yang terlihat dari citra radar cuaca.

(taa/dek)