ADVERTISEMENT

Sidang Terorisme Munarman

Munarman ke Ahli: Apakah Bicara Syariat Islam Termasuk Wujudkan ISIS?

Zunita Putri - detikNews
Senin, 07 Mar 2022 13:28 WIB
Munarman saat menghadiri aksi damai 2 Desember di Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016). (Detikcom/Hasan Alhabshy)
Munarman (Hasan Alhabshy/detikcom)

Munarman Tanya Aturan Larangan ISIS

Lebih lanjut, Munarman juga menyinggung soal larangan ISIS di Indonesia. Munarman juga bertanya ke Mudzakkir soal relevansi dakwaannya dengan larangan ISIS di Indonesia.

"Kalau soal ideologi ISIS, pada saat itu, ini soalnya (dakwaan) 24 maret 2015. Pada saat itu, kalau sekarang kan sudah ada nih diperbarui melalui undang-undang 5/2018. Berarti pada saat itu, orang yang mendukung ISIS tidak bisa dipidana?" tanya Munarman dan dijawab 'iya' oleh Mudzakkir.

"Apakah bisa UU, paradigma, atau cara pandang yang digunakan oleh UU baru yang tahun 2018 diterapkan ditarik mundur pada satu peristiwa yang pada saat itu belum ada aturan hukumnya?" tanya Munarman lagi.

Lagi-lagi Mudzakkir mengatakan sesuatu peristiwa yang sudah lama terjadi tidak bisa dihubungkan dengan aturan pidana saat ini.

"Tidak bisa, itu namanya pertimbangan azas legalitas Pasal 1 itu bisa berlaku surut di Indonesia," jelas Mudzakkir.

"Artinya yang baru tidak bisa diterapkan," tambahnya.

Dalam sidang ini, Munarman didakwa menggerakkan orang lain untuk melakukan teror. Munarman juga disebut jaksa telah berbaiat ke pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi.

Jaksa mengatakan perbuatan Munarman itu dilakukan di sejumlah tempat. Adapun tempatnya adalah Sekretariat FPI (Front Pembela Islam) Kota Makassar-Markas Daerah LPI (Laskar Pembela Islam), Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Sudiang Makassar, dan di aula Pusbinsa kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Perbuatan Munarman itu dilakukan dalam kurun 2015.


(zap/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT