Sidang Terorisme Munarman

Rocky Gerung Ditanya Jaksa soal Orang Gabung ISIS: Saya Dungu Kalau Jawab

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 02 Mar 2022 14:34 WIB
Rocky Gerung akhirnya memenuhi panggilan jaksa untuk menjadi saksi di sidang lanjutan Ratna Sarumpaet.
Rocky Gerung (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Pengamat politik Rocky Gerung mengaku tidak setuju dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Namun Rocky akan menganggap dirinya dungu jika menjelaskan pandangan tentang orang-orang yang gabung dengan ISIS.

Hal itu disampaikan Rocky Gerung saat menjadi saksi ahli meringankan di sidang terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (2/3/2022). Duduk sebagai terdakwa adalah Munarman.

Mulanya, Rocky ditanya jaksa mengenai pandangannya terhadap ISIS. Rocky menjawab tidak setuju dengan ISIS, tapi juga tidak bisa dianggap tidak setuju dengan orang yang pro-ISIS.

"Saya bilang saya tidak setuju dengan ISIS, bukan saya anggap saya nggak setuju dengan orang yang pro-ISIS, lain. Saya bisa kasih argumentasi sendiri terhadap argumen saya," kata Rocky.

Rocky menyebut, dalam demokrasi, tidak boleh ada hierarki. Sedangkan dalam ISIS, kata Rocky, ada hierarki yang melanggar demokrasi.

"Mungkin ada ideal type time itu, tapi kalau saya periksa bahwa dalam demokrasi tidak boleh ada hierarki. ISIS sudah hierarki, melanggar demokrasi," kata Rocky.

Tak hanya itu, Rocky juga tak setuju dengan ISIS karena di dalam ajarannya mengizinkan kekerasan dan sikap intoleran. Namun, secara akademisi, kata Rocky, dirinya tidak bisa melarang seseorang mengikuti itu karena punya pengalaman batin tersendiri.

"Kekerasan tidak diizinkan segala macam, apalagi itu kulturnya juga tidak toleran, bahkan terhadap sesamanya. Jadi semua itu membatalkan saya untuk mengapresiasi. Secara akademisi, saya tidak bisa larang orang untuk punya alasan lain, karena orang lain punya pengalaman batin lain dengan ideal type itu," ujar Rocky.

Lalu jaksa bertanya mengenai pendapat Rocky terhadap orang-orang yang bergabung dengan ISIS. Kata Rocky, dia tidak mungkin menerangkan itu karena orang-orang yang gabung dengan ISIS punya pengalaman lain.

"Pandangan Ahli terhadap orang-orang yang bergabung dengan ISIS bagaimana?" tanya jaksa.

"Tidak mungkin saya menerangkan mereka. Dia secara eksistensial punya pengalaman lain. Ini saya bilang saya dungu kalau saya mau terangkan ini," kata Rocky.

"Orang yang pengetahuannya kurang mungkin terbujuk rayu, lalu dia balik dia sadar, kan banyak yang begitu," imbuhnya.

Dalam perkara ini, Munarman didakwa mendorong orang lain melakukan perbuatan terorisme. Selain itu, jaksa menyebut Munarman telah berbaiat kepada pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi pada 2014.

Ada pula, disebutkan jaksa, Munarman mengikuti berbagai kegiatan yang berisi baiat. Adapun tempatnya adalah Sekretariat Front Pembela Islam (FPI) Kota Makassar-Markas Daerah Laskar Pembela Islam (LPI), Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Sudiang, Makassar, dan di aula Pusbinsa kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Perbuatan Munarman itu dilakukan dalam kurun 2015.

Lihat juga Video: Rocky Gerung Sindir Jokowi 'Intip' WhatsApp TNI-Polri: Tak Sopan!

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)