Saat Perangai Brutal Munarman Disinggung Rocky Gerung di Pengadilan

ADVERTISEMENT

Saat Perangai Brutal Munarman Disinggung Rocky Gerung di Pengadilan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 03 Mar 2022 12:13 WIB
Jakarta -

Watak asli Munarman disinggung Rocky Gerung dalam persidangan. Rocky bahkan menyebut tahu pasti soal perangai brutal Munarman meski ada tapinya.

Hal itu terjadi ketika Rocky dihadirkan oleh pihak Munarman sebagai ahli meringankan dalam sidang lanjutan perkara terorisme. Dalam sidang itu, Munarman duduk sebagai terdakwa. Bagaimana ceritanya?

Dalam sidang yang berlangsung pada Rabu, 2 Maret 2022, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Rocky awalnya dimintai pendapatnya oleh Munarman. Munarman menanyakan perihal salah satu hal yang didakwakan padanya, yaitu menggerakkan orang lain untuk menjadi teroris.

"Kemudian disampaikan ada orang salah persepsi. Salah persepsi karena tidak ada dialog, tidak mengklarifikasi tadi itu. Dia anggap kemudian saya terinspirasi itu karena kemudian tiba-tiba dia ngebom. Nah, ini situasi apa ini? Kekacauan berpikir?" tanya Munarman kepada Rocky.

Rocky lantas menggambarkan situasi yang sama yang dialaminya ketika belajar filsafat Islam, yang membuatnya dianggap tidak peduli pada wahyu. Menurutnya, hal-hal semacam itu merupakan stigma sepihak yang tidak diuji lebih dulu.

Dalam perkara ini, Munarman didakwa mendorong orang lain melakukan perbuatan terorisme. Selain itu, jaksa menyebut Munarman telah berbaiat kepada pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi pada 2014.

Ada pula, disebutkan jaksa, Munarman mengikuti berbagai kegiatan yang berisi baiat. Adapun tempatnya adalah Sekretariat Front Pembela Islam (FPI) Kota Makassar-Markas Daerah Laskar Pembela Islam (LPI), Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Sudiang, Makassar, dan di aula Pusbinsa kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Perbuatan Munarman itu dilakukan dalam kurun 2015.

Munarman lantas mempertanyakan mengenai perbuatan nyata yang dilakukannya yang dianggap menggerakkan orang lain menjadi teroris. Rocky sendiri lantas menarik ke belakang perihal perkenalannya dengan Munarman semasa di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI).

"Saya tahu dari awal, ini orang ini perangainya brutal ini, bahkan sebelum dia di FPI. FPI diam aja, waktu di LBH, tuh," kata Rocky.

Rocky menilai watak asli Munarman perlu dinilai dari sisi psikologi. Dia menyinggung soal sikap anti-ISIS serta watak Munarman yang di Monas saat aksi 212 pertama kali, yaitu 2 Desember 2016.

"Jadi kita mesti pelajari itu yang saya maksud tadi secara psikologi. Sekarang kita uji misalnya, itu watak yang benar dari Munarman yang di Monas apa yang di sekarang yang anti-ISIS yang menjadikan FPI sebagai gerakan sosial yang mengambil alih fungsi dari departemen sosial, departemen kesehatan oleh FPI. Kan timbangan itu mesti kita bikin," ujar Rocky.

(dhn/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT