ADVERTISEMENT

Perspektif

Rusia Dinilai Sudah Menang 3-0, Perang di Ukraina Diprediksi Cepat Berakhir

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 24 Feb 2022 16:58 WIB
Konflik Rusia versus Ukraina belum dingin di negara bersalju itu. Kini dunia mengantisipasi perang besar di Benua Biru.
Foto rudak balistik Rusia. (AP Photo)
Jakarta -

Perang antara Rusia dan Ukraina baru saja dimulai. Menurut pakar hubungan internasional, perang ini bakal cepat selesai.

"Ini bukan perang, tapi serangan perbatasan," kata pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, kepada detikcom, Kamis (24/2/2022).

Indikasi bahwa perang (atau serangan) akan cepat berakhir terlihat dari tujuan negaranya Presiden Vladimir Putin itu. Tujuan serangan sudah tercapai.

"Sudah 3-0," kata Rezasyah.

Tentu saja ini perang yang demi kemanusiaan harus segera diakhiri. Namun sejauh ini Rusia sudah berhasil menguasai tiga wilayah yang semula merupakan teritori Ukraina. Dimulai dari Krimea (Crimea) pada 2014, dilanjut dengan Donetsk dan Luhansk yang pekan ini diakui oleh Vladimir Putin. Rusia sudah dapat tiga wilayah, seolah-olah Rusia sudah menang 3-0 atas Ukraina.

"Perang ini akan selesai. Menurut Rusia, perang ini tidak akan panjang, pendek saja, yang penting tujuan tercapai," kata Rezasyah. Dia melihat serangan ini menargetkan serangan peringatan, serangan instalasi perbankan, dan serangan instalasi kesehatan serta fasilitas umum.

A Ukrainian serviceman fires an NLAW anti-tank weapon during an exercise in the Joint Forces Operation, in the Donetsk region, eastern Ukraine, Tuesday, Feb. 15, 2022. (AP Photo/Vadim Ghirda)Tentara Ukraina terlibat latihan di Donetsk (AP/Vadim Ghirda)

Rusia juga punya tujuan mencegah Ukraina masuk NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara). Rusia ingin Ukraina tetap menghargai kepemimpinan lokal di Donetsk dan Luhansk (Donbass), dua negara yang sudah memerdekakan diri setelah dikuasai separatis pro-Rusia. Sekalian Rusia juga ingin Ukraina, Donetsk, dan Luhansk tetap saling menghargai persaudaraan sebagai sesama negara yang berdaulat.

"Perang ini juga memberi pelajaran bagi negara-negara eks Uni Soviet agar jangan coba-coba mengikuti langkah Ukraina yang ingin gabung ke NATO dan Uni Eropa," kata Rezasyah.

Selanjutnya, NATO akan menggertak:

Simak Video: Penampakan Pesawat-pesawat Sipil Hindari Langit Ukraina-Rusia

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT