ADVERTISEMENT

Legislator soal Brigjen Tumilaar: Jangan Terkesan TNI Tak Boleh Bantu Rakyat

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 24 Feb 2022 07:41 WIB
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Taufiq R Abdullah.
Foto: Taufiq R Abdullah (dok. istimewa)
Jakarta -

Perwira tinggi khusus (Pati Sus) KSAD, Brigjen TNI Junior Tumilaar, memohon ampun ditahan karena diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan wewenang dan ketidaktaatan yang disengaja terkait lahan. Anggota Komisi I DPR RI fraksi PKB Taufik R Abdullah berharap proses hukum terhadap Brigjen Tumilaar diterapkan berdasarkan aturan yang ada dan tak menimbulkan kesan prajurit TNI tak boleh membantu warga.

"Katanya berkas perkara sudah dilimpahkan kepada oditur, maka saya berharap prosesnya benar-benar berdasarkan aturan yang ada dan jangan ada kesan seorang militer tidak boleh membantu rakyat," Taufiq kepada wartawan, Rabu (23/2/2022) malam.

Dia menceritakan dirinya pernah bertemu Brigjen Tumilaar secara tak sengaja. Dia pun mengakui saat itu Brigjen Tumilaar bercerita dirinya sedang membela warga yang bersengketa lahan dengan Sentul City.

"Saya secara tidak sengaja pernah bertemu dia di gedung DPR dan sempat ngobrol sebentar. Waktu itu, katanya, dia baru saja mendampingi masyarakat yang sedang bersengketa tanah dengan pihak Sentul City," jelas Taufiq.

Setelah mendengar cerita dari Tumilaar, Taufiq menilai yang bersangkutan tulus membela warga. Hal itu, kata dia, terbukti melalui gaya bicara Tumilaar.

"Dari pertemuan sekejap itu saya punya kesan kalau dia tulus dalam mendampingi dan membela masyarakat. Gaya bicaranya meledak-ledak dan tampak jengkel betul kepada pihak Sentul City yang dinilainya telah menzalimi rakyat," jelasnya.

Taufiq kemudian mengomentari proses hukum militer yang dihadapi Brigjen Tumilaar saat ini. Dia mengatakan kasus itu harus dikembalikan pada Undang-Undang.

"Bahwa perilaku membela rakyat tersebut dinilai atasannya sebagai penyalahgunaan wewenang dan bertindak atas kehendak sendiri tanpa adanya perintah. Hal itu harus dikembalikan kepada aturan yang ada seperti UU No. 25 Tahun 14 tentang Hukum Disiplin Militer beserta aturan turunannya," kata dia.

"Memang perilaku baik dengan tujuan baik akan dianggap baik jika dilakukan dengan cara yang baik dan tepat. Ada aturan, ada fatsun, etika dan lain-lain yang harus dipahami sebagai standard perilaku untuk mengekspresikan kepedulian seorang militer kepada masyarakat. Dan biasanya, di militer sangat ketat memegangi hal-hal semacam ini," katanya.

Lihat juga video 'Brigjen Tumilaar Marah Ke PT Sentul City Gegara Gusur Rumah Warga':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT