Puspom AD Ungkap Kesalahan Lain Brigjen Junior Tumilaar hingga Ditahan

Antara - detikNews
Selasa, 22 Feb 2022 17:47 WIB
Brigjen Junior Tumilaar marah
Brigjen Junior Tumilaar marah (dok. tangkapan layar video viral)
Jakarta -

Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspom AD) Letjen TNI Chandra W Sukotjo buka suara soal penahanan Brigjen TNI Junior Tumilaar di Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis, Depok, Jawa Barat (Jabar). Selain menyalahgunakan wewenang, Chandra menyebut staf khusus KSAD tersebut tidak menaati perintah dinas.

"Brigjen TNI JT ditahan dalam rangka proses penyidikan perkara tindak pidana militer dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatannya serta menolak atau dengan sengaja tidak menaati suatu perintah dinas sesuai dengan Pasal 126 dan 103 KUHPM," kata Chandra kepada wartawan di Jakarta seperti dilansir Antara, Selasa (22/2/2022).

Kini berkas perkara dugaan pelanggaran Tumilaar telah dilimpahkan ke Oditur Militer Tinggi II Jakarta. Chandra menjelaskan awalnya Puspomad menahan Tumilaar sejak 31 Januari hingga 15 Februari 2022.

"Selanjutnya Brigjen TNI JT dititipkan oleh Odmilti II Jakarta pada Instalasi Tahanan Militer Puspomad di Cimanggis, Depok, sampai dengan proses hukum," jelas Chandra.

Chandra kemudian mengaku dokter dari Puspom AD telah memeriksa kondisi kesehatan Brigjen Tumilaar yang sakit asam lambung dan mengobatinya. "Yang bersangkutan telah diperiksa oleh dokter dari Puspomad serta diberi pengobatan," katanya.

Penjelasan KSAD

Brigjen TNI Junior Tumilaar ditahan di Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menjelaskan Tumilaar ditahan karena 'bergerak' tanpa perintah atasan.

"Dia mengatasnamakan staf khusus Kasad dan di luar kewenangannya. Setiap prajurit itu apa pun kewenangannya apabila melaksanakan tugas pasti ada surat perintahnya," tegas Dudung kepada detikcom, kemarin (21/2).

Dudung menerangkan Tumilaar memang berstatus perwira tinggi khusus (patisus) KSAD saat ini dan pati sus KSAD bukanlah sebuah jabatan. "Yang bersangkutan jadi patisus artinya tidak ada jabatan karena masalah kasus sebelumnya," imbuh Dudung.

Sementara itu dilansir dari Antara, hari ini, Dudung menyebut perbuatan Tumilaar sudah di luar kapasitas. Dia menegaskan kembali, Tumilaar beraksi membela rakyat, padahal itu bukan kewenangannya.

"Nah, dia (Tumilaar) tanpa perintah dan mengatasnamakan Staf Khusus Kasad untuk membela rakyat. Itu bukan kapasitasnya dia sebagai satuan kewilayahan," jelas Dudung kepada wartawan hari ini.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Saat Brigjen Tumilaar Marah Ke PT Sentul City Gegara Gusur Rumah Warga':

[Gambas:Video 20detik]