Pengakuan Salah Jenderal Tumilaar yang Kini Minta Ampunan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 23 Feb 2022 21:07 WIB
Irdam Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar
Foto: Screenshoot 20detik
Jakarta -

Patisus KSAD Brigjen TNI Junior Tumilaar kini tengah ditahan di rumah tahanan militer karena melakukan tindak pidana penyalahgunaan wewenang dan ketidaktaatan yang disengaja. Di balik tahanannya itu ternyata Brigjen Junior Tumilaar sempat mengakui kesalahan dan menulis surat mohon ampunan.

Berdasarkan keterangan Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna, Selasa (22/2) kemarin, Brigjen Junior Tumilaar memang sedang menjalani penahanan sementara di RTM Cimanggis, Depok. Dia diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan wewenang dan ketidaktaatan yang disengaja yang diatur dan diancam pidana menurut Pasal 126 KUHPM dan Pasal 103 ayat (1) KUHPM.

Usai ditahan karena kesalahannya, ternyata Brigjen Junior Tumilaar sempat menulis surat yang sempat beradar luas di masyarakat. Surat tersebut berisi permintaan pengampunan karena sakit.

Surat itu ditujukan kepada KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Dia mengaku salah membela warga Bojong Koneng, Kabupaten Bogor.

"Saya bermohon diampuni karena saya bersalah membela rakyat warga Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, rakyat yang mengalami penggusuran lahan bangunan oleh PT Sentul City," tulis Brigjen TNI Junior Tumilaar dalam surat yang dikutip pada Rabu (23/2/2022).

"Saya juga mohon pengampunan karena tanggal 3 April 2022 saya berumur 58 tahun, jadi memasuki usia pensiun," tambahnya.

Tak hanya itu, dalam surat tersebut Brigjen TNI Junior Tumilaar juga mengaku menderita sakit asam lambung (GERD) dan tekanan darah tinggi.

Usia Pensiun Brigjen Junior Tumilaar Tak Bisa Halangi Proses Pengadilan

Pihak TNI AD ternyata telah merespons surat yang dibuat oleh Brigjen Junior Tumilaar. TNI AD menyatakan usia pensiun tak menjadi halangan proses pengadilan militer selama dugaan tindak pidana dilakukan saat menjadi prajurit TNI.

"Selain itu, usia pensiun prajurit TNI tidak dapat menghentikan proses pemeriksaan di Pengadilan Militer, sepanjang waktu terjadinya tindak pidana (tempus delicti) dilakukan masih menjadi prajurit TNI," kata Kadispenad Brigjen Tatang Subarna dalam keterangan tertulis.

Simak kesalahan Brigjen Juinor Tumilaar di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Saat Brigjen Tumilaar Marah Ke PT Sentul City Gegara Gusur Rumah Warga':

[Gambas:Video 20detik]