Ancaman 15 Tahun Penjara bagi 'Penyuntik Mati' Filler Payudara

Anggi Muliawati - detikNews
Rabu, 23 Feb 2022 09:47 WIB
Polisi tangkap transpuan pelaku suntik filler payudara yang tewaskan korban perempuan RCD (34) di hotel di Tamansari, Jakbar
Polisi menangkap dua tersangka terkait kasus filler payudara di Tamansari, Jakarta Barat. (Dok. Polres Jakbar)
Jakarta -

Polisi menetapkan transpuan, Rwinay Rudi alias Windi alias ER dan laki-laki berinisial Arif alias AR sebagai tersangka kasus dugaan malpraktik filler payudara yang mengakibatkan wanita RCD (34) tewas. Tersangka Windi dan Arif terancam hukuman 15 tahun penjara atas perbuatannya itu.

"Pasal yang kami terapkan yaitu Pasal 197 dan 198 juncto 106 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun atau denda Rp 1,5 miliar," jelas Kapolsek Tamansari Kompol Rohman Yongky kepada wartawan, Selasa (22/2/2022).

Berikut ini bunyi Pasal 197:

"Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)."

Berikut ini bunyi Pasal 198:

"Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)."

Adapun barang bukti yang disita polisi dari kedua tersangka adalah:

- pakaian korban dan pakaian kedua tersangka
- seprei berlumur darah
- sampel dalam botol
- 1 jeriken cairan silikon
- koyo
- 28 cairan bius
- 34 jarum suntik
- 2 unit HP
- 1 unit motor


Korban Disuntik Bius dan Cairan Silikon 1.000 Ml

Kompol Yongky mengungkapkan tersangka Windi menyuntikkan cairan silikon dengan dosis 1.000 ml ke payudara kiri dan kanan korban. Sebelumnya, tersangka Windi ini menyuntikkan bius kepada korban.

"Kemudian ER melakukan tindakan penyuntikan bius terlebih dahulu terhadap korban, setelah itu ER melakukan suntikan silikon ke kedua payudara korban sebanyak 1.000 ml, yang mana setiap payudara disuntik silikon 500 ml," kata Yongky.

Tersangka Windi menerima bayaran Rp 4 juta untuk melakukan tindakan tersebut. Windi diketahui sudah dua kali menyuntikkan cairan silikon kepada korban.

Korban ditemukan tewas di kamar hotel pada Sabtu (19/2). Saat ditemukan, kondisi payudara korban pecah.

Lihat juga video 'Tahanan di Sumsel Diduga Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga Minta Diusut!':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/fjp)