Payudara Korban Pecah, Tersangka Windi Suntikkan 1.000 Ml Cairan Silikon

Anggi Muliawati - detikNews
Selasa, 22 Feb 2022 19:53 WIB
Polisi tangkap transpuan pelaku suntik filler payudara yang tewaskan korban perempuan RCD (34) di hotel di Tamansari, Jakbar
Polisi memamerkan barang bukti dari tersangka Windi (Foto: dok. Polres Jakbar)
Jakarta -

Perempuan inisial RCD (34), tewas setelah disuntik filler payudara oleh tersangka Rwinay Rudi alias Windi alias ER. Tersangka diketahui telah menyuntikkan dosis 1.000 ml cairan silikon ke payudara korban hingga tewas dengan kondisi payudara pecah.

"Korban disuntik di kedua payudara sebanyak 1.000 ml, yang mana di setiap payudara disuntik silikon sebanyak 500 ml," kata Kapolsek Tamansari Kompol Rohman Yongky kepada wartawan, Selasa (22/2/2022).

Yongky mengatakan biaya suntikan seharga Rp 4 juta. Dia menyebut korban membayar Rp 2,5 juta secara tunai dan Rp 1,5 juta secara nontunai.

"Untuk suntikan sendiri, berdasarkan hasil keterangan, seharga Rp 4 juta, Rp 2,5 juta tunai dan sisanya transfer," katanya.

Yongky mengatakan, setelah melakukan penyuntikan, tersangka ER langsung meninggalkan hotel. Kemudian keesokan harinya, korban ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi payudara bocor.

"Keesokan harinya ditemukan oleh petugas yang melaporkan korban meninggal di atas ranjang dengan kondisi kedua payudara bocor atau pecah," katanya.

Tersangka Windi diantar ke hotel itu oleh pria berinisial AR. AR ini jugalah yang bertugas membeli cairan silikon.

Tersangka Windi berangkat dari Cikupa, Tangerang, untuk menemui korban di hotel di Tamansari, Jakbar, pada Jumat (18/2). Windi dijemput AR di Kebon Jeruk, Jakarta barat.

"Dijemput oleh Saudara AR menggunakan sepeda motor, kemudian AR membeli cairan silikon seharga Rp 200 ribu, kemudian selanjutnya AR bersama Windi menuju hotel untuk penyuntikan silikon," jelasnya.

Seperti diketahui, RCD ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di wilayah Tamansari, Jakarta Barat, pada Sabtu (19/2). Sebelum tewas, korban sempat mengeluhkan hasil filler payudara kepada pelaku.

"Tapi, untuk percakapan dia yang kami temukan dengan seseorang hasil cek handphone itu bahwa ada cairan yang keluar dari payudara yang habis disuntik. Jadi kedinginan," kata Kanit Reskrim Polsek Taman Sari AKP Roland Manurung saat dihubungi, Senin (21/2/2022).

Sebelumnya, korban janjian dengan pelaku untuk suntik filler payudara pada Sabtu (19/2). Korban dan pelaku janjian di hotel di Tamansari, Jakarta Barat.

"Jadi dia ada janjian sama seseorang untuk suntik payudara. Biayanya Rp 3,5 juta," imbuhnya.

Simak juga 'Saat Pelaku Klinik Kecantikan Ilegal di Jaktim Bekas Perawat RS':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/mea)