Bantaran Kali Mampang Padat Rumah Warga, Pengerukan Pun Bisa Picu Longsor

ADVERTISEMENT

Bantaran Kali Mampang Padat Rumah Warga, Pengerukan Pun Bisa Picu Longsor

Mulia Budi - detikNews
Selasa, 22 Feb 2022 18:02 WIB
Potret Anak Buah Anies Jalani Hukuman PTUN untuk Keruk Kali Mampang
Pengerukan Kali Mampang (Marteen Ronaldo/detikcom)
Jakarta -

Bangunan rumah warga memadati bantaran Kali Mampang di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Jaksel). Pengerukan kali pun dilakukan dengan hati-hati.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Mampang Prapatan Priyanto mengatakan pengerukan kali yang terlalu dalam bisa menyebabkan longsor. Guna menghindari hal tersebut, pengerukan bagian tengah kali dilakukan sedalam 2 meter, sedangkan pengerukan bagian pinggir diberi jarak 1 meter.

"Untuk metode pengerukan, bagian tengah kali dikeruk sedalam 2 meter dan yang di pinggir dikasih jarak 1 meter tidak dikeruk untuk menghindari terjadinya longsor," kata Priyanto saat dihubungi, Selasa (22/2/2022).

Dia mengatakan pengerukan Kali Mampang bisa membuat bangunan persis di pinggir kali longsor. Dia tidak membantah ada warga yang menolak perbaikan pembangunan penurapan.

"Kalau melihat lokasi Kali Mampang, terdapat bangunan warga yang posisinya persis berada di pinggir Kali Mampang, tidak teratur ada yang maju. Jika pengerukan dilaksanakan, dikhawatirkan akan mempengaruhi kekuatan konstruksi bangunan tersebut," ujarnya.

Sosialisasi ke Warga Tolak Turap

Dia menjelaskan warga yang menolak penurapan akan diberi sosialisasi. Dalam sosialisasi itu akan dijelaskan manfaat dan risiko pembangunan turap kepada warga.

"Manfaatnya untuk kelancaran aliran Kali Mampang, mencegah terjadinya longsor dan pemeliharaan Kali Mampang, risikonya jika belum terbangun mungkin daerah tersebut rawan longsor dan menyulitkan untuk pemeliharaan Kali Mampang. Rumah warga yang masih ada jarak (space) dengan adanya turap maka akan mengamankan rumah dan tanah mereka dari arus kali agar tidak tergerus," ujarnya.

Perbaikan Turap Kali Mampang

Terpisah, Camat Mampang Prapatan, Djaharuddin, mengatakan pihaknya hanya melanjutkan pembangunan turap. Dia menyebut ada warga yang khawatir rumahnya roboh jika pengerukan dilakukan.

"Sebenarnya tahun 2021 sudah ditangani oleh SDA melalui Program Grebek Lumpur untuk lokasi di Mampang. Tinggal pengerjaan perbaikan dinding turap karena dinding turap sudah banyak yang lapuk dan longsor," tuturnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT