ADVERTISEMENT

Digeruduk Warga Muara Angke, Anies Janjikan Kios Air Harga Murah

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 22 Feb 2022 15:19 WIB
Sejumlah warga Muara Angke melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/2). Aksi ini bertujuan meminta Gubernur Anies Baswedan memberikan bantuan fasilitas air bersih bagi warga pesisir Muara Angke.
Warga Muara Angke Tuntut Anies Sediakan Air Layak Minum (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta merespons aksi warga Muara Angke di Balai Kota yang mengalami krisis air bersih. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjanjikan kios air dengan tarif murah.

"Ini kan semua memang ada perencanaannya, perencanaannya itu dilakukan oleh PDAM tahun ini sudah dialokasikan untuk 100 lokasi kios air. Nah itu ada tiga tahap, nanti saya akan cek, tapi saya akan minta tahapan yang secepatnya untuk bisa masuk," kata Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Afan Adriansyah Idris di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, (22/2/2022).

Afan tidak menyebutkan tanggal pasti pelaksanaan 100 lokasi kios air itu. Namun dia memastikan itu akan dilakukan secepatnya.

Lebih lanjut, Afan mengatakan kios air harus dikelola dengan baik dan dijaga. Afan memastikan Anies akan memberikan tarif kios air murah dan terjangkau masyarakat.

"Cuma pesan saya kios air itu harus dikelola dengan baik dan tarifnya itu memang Pak Gubernur sudah menyiapkan tarif subsidi untuk masyarakat yang memang sangat murah, terjangkau oleh masyarakat. Nah, itu yang tolong dijaga," tutur Afan.

Sebelumnya, sejumlah warga Muara Angke mendatangi gedung Balai Kota DKI Jakarta. Mereka membawa jeriken dan meminta Pemprov DKI membuatkan kios air karena mengalami krisis air bersih.

Krisis air bersih itu terjadi di wilayah Blok Limbah, Blok Eceng, dan Blok Empang, Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Salah satu warga Muara Angke, Nur Wenny, mengatakan belum pernah ada layanan air minum dari Pemprov DKI yang masuk ke wilayah mereka. Hanya satu titik kios air yang dibangun pada 2020 di Kampung Blok Eceng, Muara Angke, Jakarta Utara.

"Belum pernah ada layanan air minum dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang masuk ke lokasi kecuali satu titik kios air yang dibangun pada 2020 di Kampung Blok Eceng, tapi itu pun dioperasikan secara komersial," kata Wenny.

Selama ini warga mengkonsumsi air minum dengan cara membeli dari air isi ulang galon dan air kemasan. Satu keluarga bisa menghabiskan Rp 13 ribu untuk kebutuhan air minum setiap harinya.

"Selama ini warga mengkonsumsi air minum dengan cara membeli air yang bersumber dari air isi ulang galon dan air kemasan dalam botol," jelas isi surat permohonan layanan air minum dari warga Blok Limbah, Blok Eceng, Blok Empang, Muara Angke, yang diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Jika dirupiahkan, kebutuhan air untuk minum dan masak dalam satu keluarga per hari sebesar Rp 13 ribu," tambahnya.

Dalam surat itu juga tertulis jumlah kebutuhan air bersih untuk mandi dan mencuci pakaian yang menghabiskan Rp 25 ribu per keluarga setiap harinya. Dengan mayoritas warga yang bekerja sebagai nelayan. Mereka mengaku sangat terbebani oleh pengeluaran tersebut.

"Jika dirupiahkan, kebutuhan air untuk cuci dan mandi per keluarga per hari sebanyak 200 liter dikalikan harga per pikul sebesar Rp 5.000, maka per keluarga per hari mengeluarkan uang sebesar Rp 25 ribu," jelas isi surat warga.

"Dengan mayoritas warga yang bekerja di bidang nelayan tradisional dan sektor ekonomi informal lainnya, biaya sebesar itu sangat membebani ekonomi keluarga," imbuhnya.

Simak juga 'Saat Anies Peringati Hari Peduli Sampah':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT