ADVERTISEMENT

Soal Putusan PTUN, Anak Buah Anies Klaim Keruk Kali Mampang Sejak 2020

Dwi Andayani - detikNews
Jumat, 18 Feb 2022 08:24 WIB
Warga korban banjir menggugat Gubernur DKI Anies Baswedan ke PTUN Jakarta. Majelis hakim memeriksa Kali Mampang dalam agenda sidang pemeriksaan setempat. (Nahda RU/detikcom)
Foto: Warga korban banjir menggugat Gubernur DKI Anies Baswedan ke PTUN Jakarta. Majelis hakim memeriksa Kali Mampang dalam agenda sidang pemeriksaan setempat. (Nahda RU/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menghukum Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengeruk total Kali Mampang. Sudin SDA Jakarta Selatan (Jaksel) menyebut pengerukkan telah dilakukan sejak 2020.

Kasudin SDA Jakarta Selatan, Mustajab, mengatakan sejak 2020 sudah banyak kali yang dikeruk. Beberapa diantaranya yaitu kali krukut di hilir kali Mampang dan Pondok Jaya.

"Kali Mampang sejak 2020 sudah banyak yang dilakukan pengerukan, Pasar Jagal, Pondok Karya dan Pondok Jaya, kali Kurut di hilir kali Mampang," saat dihubungi, Kamis (17/2/202).

Hal ini berbeda dengan keterangan yang diberikan salah satu penggugat, Tri Andarsanti Pursita atau Sita Sutopo. Ia mengatakan pengerukan Kali Mampang terakhir kali dilakukan pada 2017.

Tidak hanya itu, dia mengatakan rumahnya pernah terendam banjir setinggi 2 meter pada Februari 2021.

"Pendangkalan Kali Mampang di Pondok Jaya, area tinggal kami, terlihat dari ketinggian air sungai yang hanya sekitar 15 cm. Pengerukan terakhir dilakukan sekitar tahun 2017. Akibatnya, jalan depan rumah saya terendam banjir setinggi 2 meter di tanggal 19-21 Februari 2021," ucap Sita .

"Terima kasih dan apresiasi kami pada Tim Advokasi Solidaritas untuk Korban Banjir atas dedikasinya mendampingi kami sejak Maret 2021. Kami sadar proses gugatan yang dilakukan akan berliku, namun yang kami yakinkan bahwa ini harus dilakukan untuk pengendalian banjir Kota Jakarta yang lebih baik," lanjutnya

Sebelumnya, PTUN Jakarta menghukum Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeruk Kali Mampang. Putusan itu atas permohonan sejumlah warga Jakarta. Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Jakarta, Kamis (17/2), penggugat adalah:

1. Tri Andarsanti Pursita
2. Jeanny Lamtiur Simanjuntak
3. Gunawan Wibisono
4. Yusnelly Suryadi D
5. Hj ShantyWidhiyanti SE
6. Virza Syafaat Sasmitawidjaja
7. Indra

Penggugat menggugat Gubernur Anies untuk mengeruk kali di sejumlah titik di Jakarta. Apa kata majelis PTUN Jakarta?

"Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian. Menyatakan batal tindakan tergugat berupa pengerjaan pengerukan Kali Mampang yang tidak tuntas sampai ke wilayah Pondok Jaya; dan tidak dibangunnya turap sungai di Kelurahan Pela Mampang. Mewajibkan Tergugat untuk mengerjakan pengerukan Kali Mampang secara tuntas sampai ke wilayah Pondok Jaya. Memproses pembangunan turap sungai di Kelurahan Pela Mampang," ucap majelis.

Putusan itu diketok oleh ketua majelis Sahibur Rasid dengan anggota Pengki Nurpanji dan Sudarsono.

"Menolak gugatan Penggugat yang selebihnya," pungkas majelis dalam sidang online pada 15 Februari 2022.

Simak juga video 'Jokowi Targetkan Konservasi Laut 32,5 Juta Hektare pada 2030':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT