ADVERTISEMENT

Pro-Kontra Isoter di Jakarta Bukan untuk Orang Kaya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Feb 2022 20:12 WIB
DKI Jakarta jadi provinsi penyumbang kasus aktif COVID-19 terbanyak di Indonesia. Guna cegah penyebaran Corona, kawasan Bundaran HI pun disemprot disinfektan.
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Isolasi terpadu (Isoter) di Jakarta menuai pro dan kontra. BPBD DKI mengimbau agar orang kaya tak isoman di isoter demi porsi warga menengah ke bawah.

Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa mengatakan Pemprov sudah menyediakan isoter untuk warga positif Corona melakukan isolasi. Namun dia berharap isoter itu diisi bukan dari kalangan orang mampu.

"Memang hasil koordinasi kami dengan Ibu Kadin Kesehatan, seperti saran Bapak, kami juga memilah, Pak, karena itu juga peruntukannya untuk warga menengah ke bawah, Pak," kata Isnawa saat rapat bersama Komisi A DPRD DKI Jakarta secara virtual, Selasa (15/2).

"Jadi kita harapkan keluarga mampu orang kaya itu agar memanfaatkan hotel-hotel yang berbayar, Pak, jadi mereka bisa membiayai sendiri memasuki hotel-hotel bahkan ada yang sampai misalnya paket Rp 20 juta dan lain-lain, itu kan mereka mampu kan. Jadi mereka tidak mengganggu porsi untuk orang-orang kecil," lanjutnya.

BPBD DKI memantau pasien yang keluar dan masuk di tempat isoter. Dia menyebut data pasien yang masuk dan keluar itu kemudian dibuat laporan untuk disampaikan ke gubernur dan jajaran.

"Saya juga ninjau yang di RS KH Hasyim Asyari di Cengkareng, Pak, setiap hari kami memantau update terkini perkembangan jumlah orang yang masuk dan udah selesai isolasi, kita ada datanya secara langsung dan selalu saya laporkan ke Gubernur, Pak Wagub, Pak Sekda berkaitan dengan hal itu," ujarnya.

Isnawa menyatakan orang kaya tak perlu ke isoter sekadar imbauan. Dia menuturkan isoter diprioritaskan untuk masyarakat umum.

"Ya sifatnya imbauan, orang the have bisa manfaatkan hotel-hotel berbayar. Kita prioritaskan warga masyarakat umum manfaatkan isoter-isoter," kata Isnawa.

Wagub Tegaskan Isoter untuk Semua

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan semua masyarakat bisa menjalani isolasi mandiri di tempat isolasi terpadu (isoter). Dia menyebut isoter disiapkan bagi masyarakat yang membutuhkan tempat isolasi.

"Ya nggak (untuk menengah ke bawah), semuanya bisa. Karena tempat-tempat sudah disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan isolasi," ucapnya.

Riza menerangkan prosedur untuk mendapatkan tempat isoter tidak sulit. Dia mengatakan fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit (RS), adalah pihak yang akan membuat rujukan bagi pasien yang hendak isolasi di isoter.

"Prosedurnya tidak sulit ya, semuanya, nanti kan Puskesmas akan merujuk, RS akan merujuk," ujarnya.

Riza juga mengatakan isoter di Jakarta juga bisa dipakai warga luar Ibu Kota. Riza menyebut Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan enam tempat isoter.

"Sebetulnya ini kan untuk kemanusiaan ya. Kita nggak pernah membedakan kalau daerah mereka masing-masing tidak ada atau penuh, tentu kita pasti membantu. Iya (boleh untuk warga luar Jakarta)," kata Riza.

Menurutnya, dari enam tempat isoter yang disiapkan, masih banyak yang belum terpakai. Riza memastikan tidak ada persoalan terkait isoter di Jakarta. Dia menyebut, dari 921 bed yang disediakan, baru terpakai 47.

"Dari yang disiapkan ini enam ya, itu jumlah bed 921 ya, yang terpakai baru 47. Jadi masih banyak yang sisa ya," tambahnya.

Simak Video 'Duh! Corona RI 16 Februari Tembus 64.718 Kasus!':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT