Diduga Teroris, 2 Penadah Motor Curian ABG Bekasi Ternyata Buron Densus

ADVERTISEMENT

Diduga Teroris, 2 Penadah Motor Curian ABG Bekasi Ternyata Buron Densus

Fakhri Fadlurrohma - detikNews
Sabtu, 05 Feb 2022 22:14 WIB
Dua terduga teroris ditangkap polisi karena menjadi penadah motor curian bocah A (13) dan B (14) di Bekasi
Dua terduga teroris ditangkap polisi karena menjadi penadah motor curian bocah A (13) dan B (14) di Bekasi (Dok.Polsek Tarumajaya)
Bekasi -

Dua orang pria berinisial S alias B (31) dan MAQ (24) ditangkap polisi karena menadah motor hasil curian 2 anak berusia 13 dan 14 tahun di Bekasi. Belakangan terungkap, S dan MAQ ternyata buron Densus 88 Antiteroris yang diduga terlibat jaringan terorisme.

"Iya betul (pelaku terduga teroris). Bukan disebut (terduga) lagi, karena sama orang Densus udah dalam pantauan dan itu udah masuk jaringan teroris," ujar Kapolsek Tarumajaya AKP Edy Suprayitno saat dihubungi detikcom, Sabtu (5/2/2022).

Edy menjelaskan keduanya ditangkap setelah polisi menangkap 2 anak pelaku pencurian motor berinisial A (13) dan B (14) di Bekasi Utara, Kota Bekasi. Berdasarkan keterangan kedua anak ini, mereka mengaku menjual motor hasil curian tersebut kepada S dan MAQ.

Sebelumnya, A dan B ditangkap atas pencurian motor Honda Scoopy bernopol B-4017-FOO milik Abdul Rosad dan 2 unit motor milik warga Tarumajaya yang bernama Masidah.

Keterangan 2 pelaku anak ini kemudian dikembangkan. Selanjutnya, Unit Reskrim Polsek Tarumajaya melakukan pengejaran kepada S dan MAQ hingga keduanya ditangkap di Pasar Setu, Bekasi pada 28 Januari 2022. Kepada polisi, S dan MAQ mengaku bahwa 1 unit motor Honda Scoopy masih ada di rumahnya, sedangkan 1 unit motor lainnya dijual kepada Ad di Lampung.

"Saat kita geledah di dalam rumahnya ditemukan banyak buku yang berkaitan dengan jihad," katanya.

Menurut Edy, S dan MAQ adalah buronan Densus 88 Antiteror. S adalah seorang mantan napi terorisme (napiter) yang pernah menjalani hukuman selama 4 tahun penjara.

"Sedangkan saudara S mengaku bahwa mempunyai tugas mengantar logistik kepada keluarga napiter yang masih di dalam tahanan," katanya.

Edy menambahkan, Tim Densus 88 Antiteror telah berkoordinasi dengan pihaknya terkait penangkapan kedua terduga teroris ini. Informasi dari Densus menguatkan keduanya adalah terduga pelaku terorisme.

"Keduanya adalah target Densus 88," ujarnya.

Hanya saja, Edy mengaku tidak mengetahui sejauh mana keterlibatan S dan MAQ dalam jaringan terorisme. Saat ini S dan MAQ masih diamankan di Polsek Tarumajaya untuk pemeriksaan terkait kasus curanmor.

"Untuk sementara masih di kita dulu, oleh kita ditahan itu dalam rangka tindak pidana curanmornya (Pasal) 480 penadahnya gitu," tutur Edy.

Simak di halaman selanjutnya: aksi 2 anak pencuri motor.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT