MA Tak Beri Bantuan Hukum ke Hakim Itong: Dia Mengkhianati Institusi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 04 Feb 2022 13:58 WIB
Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial Sunarto
Wakil Ketua MA Bidang Nonyudisial Sunarto (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) menegaskan tidak akan membela hakim Pengadilan Negeri Surabaya Itong Isnaeni, yang telah menjadi tersangka kasus suap vonis perkara. MA tidak akan memberi bantuan hukum kepada Itong.

"Sekarang bahkan kita yang kena masalah di-OTT KPK itu, kami sama sekali tidak akan pernah memberikan advokasi, tidak akan pernah membela," kata Wakil Ketua MA Bidang Nonyudisial Sunarto kepada wartawan di kantor MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (4/2/2022).

Sunarto menerangkan bukan tanpa alasan MA tak memberi bantuan hukum kepada hakim Itong. MA, kata Sunarta, menilai hakim Itong telah mengkhianati institusi.

"Karena dia telah mengkhianati institusi kita. Itu betapa, kita saking apanya ya, sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tetap, kami selalu ingatkan sekali karena fluktuatif ketakwaan kita, harus kita pendekatan," kata Sunarto.

Sunarto mengaku kasus Itong ini sontak membuat warga Mahkamah Agung terkaget-kaget. Betapa tidak, Sunarto menyebut wilayah PN Surabaya telah memperoleh sertifikat WBK (wilayah bebas korupsi) dan telah berkomitmen menandatangani pakta integritas.

"Terkait dengan hakim Itong, merupakan keprihatinan kita semua terutama warga Mahkamah Agung sangat kaget. Di pengadilan itu sudah dapat sertifikat wilayah bebas korupsi (WBK) dari MenPAN," ujar Sunarto.

"Kami tidak membayangkan sama sekali di daerah, di wilayah, yang sudah memperoleh predikat WBK akan terjadi seperti itu, karena saat itu seluruh hakimnya, pimpinannya, sampai ke staf yang paling rendah di satker (satuan kerja) itu sudah membuat komitmen menandatangani pakta integritas, disaksikan juga oleh pejabat di luar," imbuhnya.

Sunarto mengakui MA telah kecolongan mengenai kasus hakim Itong ini. Namun, kata Sunarto, semua itu tentu tidak lepas dari tingkat keimanan dan ketakwaan seseorang.

"Kami... ya kalau kecolongan gimana? Kita menjaga ini, menjaga orang. Kalau barang ditaruh di pojok sana, udah tidak akan pindah kecuali terkena badai, terkena angin bisa kegeser, ada gempa bergeser. Ini orang. Kita dijaga di sana ternyata tingkat keimanan masing-masing orang itu ketakwaannya naik-turun, fluktuatif, ya kadang-kadang pas di posisi puncak bagus, posisi lagi rendah bisa saja terjadi," ujar Sunarto.

Lihat juga video 'Momen Hakim Itong Bantah Wakil Ketua KPK Saat Konferensi Pers':

[Gambas:Video 20detik]