ADVERTISEMENT

Seloroh Gus Yahya soal Ibu Kota Baru: Warga Jakarta Akan Jadi Orang Daerah

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 30 Jan 2022 16:33 WIB
Calon Ketua Umum PBNU
Gus Yahya Cholil Staquf (Screenshoot 20detik)
Jakarta -

Perpindahan ibu kota Indonesia dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) akan dilakukan dalam dua tahun ke depan. Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut nantinya warga Jakarta akan bergantian menjadi orang daerah.

"Sebentar lagi Bapak-Ibu sekalian akan jadi orang-orang ibu kota dan orang Jakarta ini akan gantian menjadi orang daerah," ujar Yahya dalam live streaming YouTube 'Istighotsah dan Pencanangan Kantor PBNU', Minggu (30/1/2022).

Dalam kesempatan yang sama, pria yang kerap disapa Gus Yahya ini juga meminta izin kepada bupati dan masyarakat setempat. Nantinya PBNU juga akan menempati ibu kota negara baru tersebut.

"Ini PBNU mendahului mohon izin kepada Bapak Bupati untuk ikut menempati ibu kota negara nantinya. Syukur-syukur pak Bupati menyiapkan tempatnya," kata Yahya.

"Alhamdulillah sudah ada pembicaraan dari kemarin dan Pak Bupati sudah siap akan memfasilitasi," sambungnya.

Dia juga berterima kasih kepada masyarakat Panajam Paser Utara yang telah menyambut baik anggota Nahdlatul Ulama (NU) dalam kunjungannya kali ini.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Bapak-Ibu yang telah menerima dan menyambut kami dengan penuh penghormatan luar biasa seperti ini," ungkapnya.

Perpindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur (Kaltim) telah disahkan oleh DPR dalam rapat paripurna di gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta. Nantinya ibu kota negara tersebut akan dinamai 'Nusantara'.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyebut jika nama ibu kota baru memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Jawa. Terlebih bagi anggota Nahdlatul Ulama (NU).

"Itu kalau di Jawa orang akan bilang Nusantara itu singkatan dari NU, Santri, Pemerintahan Rakyat," ujar Yahya.

Dia juga mengucapkan selamat kepada Plt Bupati Panajam Paser Utara Hamdan Pongrewa atas terpilihnya Kabupaten Panajam Paser Utara sebagai ibukota negara baru pada 2024.

"Saya yakin, saya pikir masyarakat PPU di Sepaku ini waktu itu malah tidak kepikiran mau jadi ibu kota negara. Tapi alhamdulillah tentunya daerah-daerah yang lain yang kepingin jadi ibu kota negara tidak dapat yang dapat malah nggak kepikiran yaitu PPU dan Sepaku," jelas Yahya.

"Ini juga menjadi misteri tersendiri buat kita," sambungnya.

Simak Video 'Gus Yahya Sebut Nusantara Singkatan dari NU, Santri, Pemerintah, dan Rakyat':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT