3 Sindiran PDIP ke Anies dalam Sepekan: 'Firaun'-Pemimpin Santai

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 16:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui massa buruh di depan gedung Balai Kota DKI Jakarta. Anies menyampaikan keberatan atas UMP yang diterapkan Kemenaker.
Anies Baswedan (Agung Pambudhy/detikcom)

2. Sentil soal Macet Tak Berkurang Meski Ibu Kota Pindah

Anies Baswedan menyebut pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) tak akan memberi efek pada kemacetan Jakarta. Alasannya, kemacetan di Jakarta sebagian besar terjadi karena aktivitas perekonomian warga, bukan pemerintahan.

"Jadi tidak akan ada efeknya pada kemacetan di Jakarta karena kemacetan di Jakarta itu oleh kegiatan rumah tangga, kegiatan dunia usaha. So it doesn't make that difference," kata Anies Baswedan dalam YouTube Pemprov DKI Jakarta yang dilihat, Kamis (27/1).

Dia mengatakan kemacetan Jakarta didominasi aktivitas masyarakat umum dan dunia usaha. Jadi Anies memandang yang perlu diupayakan ialah memastikan seluruh sektor, mulai sektor usaha hingga rumah tangga, berjalan optimal setelah tak lagi menyandang status ibu kota negara.

"Jadi, kalau ditanya jajaran ini melayani pemerintah pusat, jarang, tapi melayaninya adalah kebutuhan rumah tangga dan dunia usaha, jadi sebenarnya dari sisi kita malah banyak ruang yang harus kita manfaatkan," ujarnya.

Anies pun mendapat sindiran dari PDIP gara-gara ucapannya tersebut. Menurut PDIP, Anies tak punya terobosan mengatasi macet.

"Karena memang belum disentuh, belum dilakukan eksekusi terhadap persoalan dasar itu. Misalnya kemacetan, kan belum ada terobosan pengentasan persoalan kemacetan," kata Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono kepada wartawan, Jumat (28/1/2022).

Gembong menyebut persoalan dasar lain di Jakarta adalah banjir. Menurutnya, dua persoalan dasar Jakarta itu tak otomatis selesai sekalipun ibu kota pindah ke Kaltim jika Pemprov DKI tak punya terobosan.

"Banjir juga demikian. Kalau persoalan dasar ibu kota dieksekusi secara permanen, kepindahan ibu kota akan berdampak mengurai kemacetan dan banjir," ucapnya.

3. Sindiran Pemimpin Santai

Terbaru, PDIP membandingkan Anies dengan gubernur-gubernur DKI sebelumnya. PDIP pun menyinggung soal pemimpin santai dan hanya meminta bawahan bekerja.

Sindiran itu disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dia awalnya menyebut Anies lebih banyak mengurusi kawasan Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin.

"Hal-hal yang berada di pinggiran Jakarta itu tidak mendapatkan sentuhan yang membawa perubahan secara sistemik bagi kemajuan daerah," kata Hasto kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/1/2022).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.