Heboh Modus Korban 'Tabrak Lari', Kompolnas Minta Polisi Sering Patroli

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 29 Jan 2022 15:27 WIB
Poengky Indarti
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Percobaan penipuan bermodus tabrak lari oleh salah seorang pria di Pasar Rebo, Jakarta Timur, cukup menyita perhatian publik. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Polri sering melakukan patroli di wilayah yang rawan kejahatan.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan kejahatan jalanan merupakan salah satu masalah keamanan di Indonesia, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat kesenjangan yang cukup tinggi. Dia juga meminta Polri bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) untuk pemasangan CCTV.

"Bagi kepolisian, sangat penting untuk mencegah kejahatan jalanan melalui tindakan-tindakan preventif dan preemtif, misalnya sering melakukan patroli keamanan, khususnya di wilayah-wilayah rawan kejahatan," kata Poengky kepada detikcom, Sabtu (29/1/2022).

"Melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah memasang CCTV dan menyambungkan dengan command center kepolisian setempat serta bekerja sama dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat agar dapat bersama-sama membantu Polri mencegah kejahatan," sambungnya.

Poengky menyarankan Polri agar melakukan koordinasi dengan asosiasi pengusaha. Hal itu guna CCTV dapat tersambung langsung ke pihak polisi setempat.

"Polri juga perlu berkoordinasi dengan asosiasi-asosiasi pengusaha agar CCTV pengamanan pertokoan/perdagangan/wilayah industri terkoneksi dengan command center kepolisian setempat," katanya.

Selanjutnya, Poengky berpendapat pandemi COVID-19 menyebabkan perekonomian menurun, sehingga pemda juga dinilai harus berperan untuk mengajak warganya bersama-sama menjaga keamanan.

"Lesunya ekonomi sebagai dampak COVID-19 perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar dapat mengarahkan warganya untuk membantu menjaga keamanan wilayah dengan menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan bekerja sama dengan kepolisian setempat," ujarnya.

Lebih lanjut Kompolnas meminta polisi bergerak cepat ke TKP jika masyarakat membutuhkan. Polisi juga diminta memproses warga yang sering main hakim sendiri.

"Polri harus mampu menciptakan sistem pelayanan dan perlindungan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan perlindungan, termasuk kehadiran anggota secara cepat di TKP. Sedangkan masyarakat yang melakukan aksi main hakim sendiri harus segera diproses pidana agar ada efek jera," katanya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu terjadi di depan PP Plaza, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Rabu (26/1). Dalam video yang beredar, tampak ada dua pria yang berboncengan sepeda motor mengejar mobil Avanza.

Pelaku pemerasan yang saat itu diboncengkan terlihat menunjuk-nunjuk mobil dan bermaksud menghentikannya. Aksi pria mengejar mobil itu ternyata direkam oleh korban yang ada di mobil tersebut.

Kejadian itu viral di media sosial. Kasat Reskrim Polres Jaktim AKBP Ahsanul Muqaffi mengatakan pihaknya langsung menelusuri ke TKP untuk mencari tahu kebenaran peristiwa tersebut.

"(Polisi melakukan) pengecekan informasi tentang adanya korban modus tabrak lari seolah-olah kaki kelindas ban mobil, pura-pura pincang," ujar Kasat Reskrim Polres Jaktim AKBP Ahsanul Muqaffi dalam keterangannya, Jumat (28/1).

Dia membenarkan saat itu ada dua laki-laki yang berboncengan motor mengejar sebuah mobil Avanza. Kedua laki-laki itu hendak menyetop mobil Avanza dengan dalih meminta pertanggungjawaban akibat kaki yang dilindas.

Di dalam mobil itu, terdapat 1 laki-laki yang mengemudikan mobil dan 2 perempuan sebagai penumpang. Tiba-tiba pelaku turun dengan kaki terpincang-pincang dan menghadang mobil dari depan.

"Pelaku laki-laki yang posisi bonceng lari mengejar mobil Avanza warna hitam menyetop di depan mobil dengan berteriak, menunjuk kaki seolah-olah terlindas mobil yang dikendarai korban," kata Ahsanul.

Tak hanya itu, pelaku juga sempat berteriak kepada pengendara lain yang melintas dan warga sekitar bahwa kakinya habis dilindas oleh pengendara Mobil Avanza. Padahal hal tersebut hanya akal-akalan pelaku.

Warga sekitar pun tidak meresponsnya, bahkan menyebut bahwa pelaku berbohong. Pengendara mobil tersebut lalu diminta warga pergi karena kondisi jalanan jadi macet akibat ulah pelaku.

Pelaku lalu meminta pertanggungjawaban pengendara mobil, tapi tidak direspons oleh pengendara mobil. Cekcok mulut pun sempat terjadi di antara keduanya.

Simak halaman selanjutnya untuk keterangan saksi di TKP..