ADVERTISEMENT

Balas Jaksa KPK, Eks Pejabat Pajak Sebut Replik Putar Balik Fakta

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 22:17 WIB
Mantan pejabat Ditjen Kemenkeu Angin Prayitno Aji, diperiksa KPK terkait kasus dugaan suap pengurusan pajak di Ditjen Pajak.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji melalui tim pengacaranya membalas serangan jaksa. Pihak Angin Prayitno menyebut jaksa memutarbalikkan fakta.

"Replik JPU hanya mengulang kembali apa yang pernah Penuntut Umum sampaikan dalam Surat Dakwaan dan Surat Tuntutan bahkan terdapat pemutarbalikan fakta," kata salah satu pengacara Angin, Syaefullah, saat membaca duplik di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Syaefullah menyebut jaksa tidak jujur terkait hasil penggeledahan penyidik di kasus mantan pegawai pajak Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak. Dia menyinggung barang bukti penukaran uang senilai Rp 3,049 miliar yang disita dalam perkara Angin Prayitno, menurutnya uang itu tidak pernah diterima kliennya.

Selain itu, pihak Angin Prayitno menyatakan jaksa gagal membuktikan adanya penukaran uang rupiah Rp 13,8 miliar ke dolar Singapura oleh Yulmanizar alias Deden Suhendar.

"Jika Penuntut Umum menganggap penukaran uang sebesar Rp3,049 miliar menjadi 227.100 dolar AS sebagai bagian dari tindak pidana yang dituduhkan, maka berarti Penuntut Umum mengingkari dakwaan dan tuntutannya sendiri dan secara implisit mengakui Dakwaannya tidak terbukti," jelas Syaefullah.

Terkait dengan keterlibatan kuasa Bank Panin Veronika Lindawati, Angin juga menilai jaksa gagal membuktikan Angin menerima suap dari Bank Panin. Menurut pihak Angin, dugaan jaksa terkait suap itu tidak logis.

"Tetapi fakta hukum membuktikan bahwa Veronika Lindawati mendatangi DJP pada tanggal 24 Juli 2018, sehari setelah SPHP ditetapkan pada tanggal 23 Juli 2018. Nilai pajak dalam SPHP sebesar Rp 303 miliar bahkan bertambah menjadi Rp 307 miliar pada saat SKP terbit," kata Syaefullah.

"Di sinilah logical fallacy Penuntut Umum dalam mengurai perkara ini. Dalam repliknya, Penuntut Umum sama sekali tidak membahas pertemuan tanggal 24 Juli 2018," imbuhnya.

Angin Minta Bebas

Karena itu, Syaefullah meminta hakim menolak tuntutan jaksa dan mengabulkan pleidoi Angin. Syaefullah juga meminta kliennya dibebaskan.

"Menyatakan Terdakwa I Angin Prayitno Aji tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Membebaskan terdakwa Angin Prayitno Aji dari segala dakwaan atau setidak-tidaknya melepaskan dari segala tuntutan hukum," pinta Syaefullah.

Mereka juga meminta nama baik Angin Prayitno dipulihkan. Selain itu, Angin meminta harta yang disita jaksa KPK dikembalikan.

Diketahui sebelumnya, Angin Prayitno Aji dituntut 9 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa meyakini Angin terbukti menerima suap senilai Rp 15 miliar dan SGD 4 juta.

(zap/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT