Eks Pejabat Ditjen Pajak Wawan Ridwan Didakwa Lakukan TPPU Bareng Anak

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 19:08 WIB
Sidang 2 pegawai Ditjen Pajak
Sidang 2 pegawai Ditjen Pajak (Foto: Zunita/detikcom)
Jakarta -

Mantan Kabid Pendaftaran Ekstensifikasi dan Penilaian Kanwil Ditjen Pajak Sulselbartra Wawan Ridwan didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Wawan disebut memindahkan uang-uang hasil penerima suap dan gratifikasi untuk membeli sejumlah mobil mewah.

"Terdakwa I Wawan Ridwan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas Harta Kekayaan," ujar jaksa KPK M Asri Irwan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (26/1/2022).

Adapun perbuatan Wawan Ridwan adalah:

- Menukarkan mata uang asing ke mata uang Rupiah di Money Changer Karya Utama Valasindo, di Money Changer Kiasindo Perkasa Mitra Valas, dan di Golden Money Changer,

- Membelanjakan atau membayarkan untuk pembelian 2 unit tanah beserta bangunan di Jalan Tubagus Ismail VIII Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong Kota Bandung dengan nilai transaksi sejumlah Rp 2,8 miliar,

- Membeli 1 unit rumah di Jalan Mawaddah XII Blok N 7 Nomor 7 Islamic Village Karawaci RT 008 RW 014 Kelurahan Kelapa Dua Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,3 miliar

- Sebidang tanah di Kampung Jaura Desa Muaraciujung Timur Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak dengan nilai transaksi sebesar Rp 252.450.000

- 1 unit Mobil Honda Jazz 1.5 RS CVT warna Crystal Black Pearl dengan nilai transaksi sebesar Rp 262.500.000, serta 1 unit mobil Honda CRV Turbo 1.5 Prestige warna Crystal Black Pearl dengan nilai transaksi sebesar Rp 509.300.000

Jaksa mengatakan Wawan membelanjakan aset itu dari hasil penerimaan suap yang dia dapat bersama Angin Prayitno senilai SGD 606.250.

"Bahwa Terdakwa I selama menjadi Pemeriksa Pajak Madya pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan tahun 2014 sampai dengan tahun 2019, menerima suap berupa uang dari para wajib pajak terkait dengan pemeriksaan wajib pajak oleh Terdakwa I selaku Pemeriksa Pajak Madya pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak sejumlah SGD 606.250," kata jaksa Asri.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.