Satgas Perhatikan Omicron BA.2: Bisa Sebabkan Perbedaan Hasil PCR

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 18:11 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito.
Wiku Adisasmito (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 saat ini tengah memperhatikan subvarian Omicron. Satgas menyebut perhatian utama tertuju pada subvarian Omicron BA.2, yang bisa menyebabkan perbedaan hasil tes PCR.

"Saat ini varian Omicron berdasarkan susunan genetiknya dikategorisasi menjadi B.1.1.529, BA.1, BA.2, dan BA.3. Khusus Omicron BA.2 tengah menjadi perhatian karena memiliki mutasi yang bisa menyebabkan perbedaan hasil PCR," kata juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers virtual, Kamis (27/1/2022).

"Pada Omicron lainnya, adanya mutasi berupa hilangnya susunan tertentu pada gen S dapat memunculkan deteksi gen lainnya, namun gen S tak terdeteksi atau SGTF pada tes PCR," lanjutnya.

Wiku menyebutkan subvarian Omicron BA.2 atau yang dijuluki 'Son of Omicron' bisa tidak terdeteksi saat tes PCR S Gene Target Failure (SGTF), sehingga hasil tes PCR sama dengan varian lain.

"Namun pada Omicron BA.2, susunan ini tidak hilang sehingga PCR tidak memunculkan hasil SGTF atau hasilnya sama dengan varian lain yang bukan Omicron, padahal BA.2 salah satu jenis Omicron," kata dia.

Wiku menyebut perlu waktu untuk meneliti karakteristik subvarian Omicron ini. Terlebih, kata Wiku, dampak subvarian ini secara epidemiologi.

"Pada prinsipnya diperlukan waktu untuk meneliti karakteristik varian baru yang muncul, terlebih untuk menganalisis dampaknya secara epidemiologi. Termasuk keempat jenis varian Omicron ini masih proses penelitian dan belum ada laporan lanjutan dari WHO," tutur dia.

Namun, terlepas dari subvarian Omicron itu, Wiku menyebut melakukan strategi pencegahan adalah langkah terbaik. Dia mengatakan pemerintah selalu melakukan evaluasi dan monitoring untuk pencegahan virus Corona.

"Dengan demikian, strategi pencegahan merupakan langkah terbaik menghadapi varian baru apa pun jenisnya. Dalam hal ini pemerintah selalu melakukan evaluasi dan monitoring atas keseluruhan strategi pencegahan yang dilakukan, baik dari kebijakan pelaku perjalanan luar negeri maupun strategi penegakan protokol kesehatan," katanya.

(lir/imk)