BOR RS COVID-19 di DKI 45%, Menkes: Kapasitas Bisa 11 Ribuan

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 17:26 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Rusman-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan penjelasan terkait tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di RS DKI Jakarta yang mencapai 45% saat ini. Menurut Budi, saat ini kapasitas tempat tidur rumah sakit di DKI masih dapat ditingkatkan karena kapasitas maksimalnya mencapai 11 ribuan.

Budi mengatakan saat ini DKI baru membuka kapasitas tempat tidur untuk pasien COVID-19 sebanyak 3.900 dari yang sebenarnya bisa ditingkatkan menjadi 11.000 tempat tidur. Sementara itu, saat ini tempat tidur di RS di DKI Jakarta telah terisi sekitar 45 persen atau 1.700-1.800an sehingga menurut Budi semestinya masih ada ruangan untuk pasien dirawat.

"Ada yang memberitakan di Jakarta sudah 45% terisi, itu 45% terisi dari kapasitas yang siap sekarang 3.900. Sebenarnya tempat tidur isolasi di Jakarta itu 11.000, sekarang belum dikonversikan saja, karena memang dulu sudah naik sampai angka 10.000-an pada saat di bulan Juli," kata Budi dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube Kemenkes, Kamis (27/1/2022).

Sementara itu, secara nasional, tingkat keterisian tempat tidur di RS secara nasional baru 7.688 berdasarkan data Kemenkes per Rabu (26/1) kemarin. Sedangkan kapasitas BOR RS secara nasional sebanyak 120.000-130.000, sedangkan saat ini kapasitas BOR RS yang terpasang baru 80.000.

"Jadi secara nasional maksimal ada 120.000-130.000 kapasitas terpasang sekarang sekitar 80.000 sudah terisi sekitar 7 ribuan sekarangnya," ujarnya.

Budi mengatakan sebenarnya pasien yang saat ini dirawat di RS tidak perlu dirawat. Namun yang perlu dirawat misalnya jika pasien tersebut membutuhkan perawatan oksigen atau yang memiliki komorbid.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo mengungkapkan masyarakat mulai kesulitan mencari rumah sakit, khususnya di Jakarta. Ia mengatakan hal ini terjadi karena rumah sakit yang sudah mulai penuh akibat peningkatan kasus COVID-19.

Berdasarkan data per Rabu (26/1), tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit di Jakarta sudah mencapai 45 persen.

"Data per Rabu (26/1) kemarin, BOR RS di Jakarta mencapai 45 persen. Dan KSP sudah mulai menerima laporan warga yang kesulitan mencari rumah sakit," kata Abraham dalam keterangan tertulis, Kamis (27/1/2022).

(yld/imk)