Polisi Turunkan 150 Personel Amankan Demo Massa Aliansi Sunda di Gedung DPR

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 27 Jan 2022 13:03 WIB
Suasana Sebelum Demo di Gedung DPR RI
Suasana Penjagaan Demo di Gedung DPR RI (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Kapolsek Tanah Abang AKBP Haris Kurniawan mengatakan ada 150 personel gabungan mengamankan demo masyarakat Sunda di depan DPR. Polisi bersiaga di sejumlah titik lokasi demo.

"Kurang-lebih ada 150 petugas dari Brimob, Polres Jakarta Pusat, Samapta Polda Metro Jaya, Samapta Polsek Tanah Abang," kata Haris saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Haris mengatakan massa aksi dari masyarakat Sunda yang datang diperkirakan kurang-lebih ada 100 orang.

"Pemberitahuannya ke Polda, massa aksi Sunda ini kurang-lebih 100 orang," jelasnya.

Pantauan detikcom di lokasi, pukul 12.40 WIB, selain mengamankan pendemo, polisi turut mengamankan jalan. Kondisi lalu lintas terpantau lancar di Jalan Gatot Subroto ke arah Slipi.

Massa aksi terlihat memakai baju hitam dan atribut Sunda lainnya. Juga ada yang berdandan seperti kakek dan nenek.

Koordinator Lapangan Aliansi Sunda Karawang, Nace Permana, mengatakan massa yang akan melakukan aksi tergabung dari masyarakat Sunda di daerah Bogor, Karawang, Sumedang, dan Depok.

"Kita minta Arteria Dahlan untuk dipecat, karena kami merasa sakit hati atas arogansinya," kata Nace saat ditemui dilokasi.

Massa aksi ini tergabung dari masyarakat Sunda Karawang, Bogor, Depok, dan Sumedang. Terlihat spanduk terpasang di pintu gerbang DPR RI bertulisan 'Pecat dan proses hukum Arteria Dahlan, anggota dewan yang rasis dan tidak beradab!!! Yang melecehkan dan menghina budaya Sunda'.

Aksi yang digelar oleh Aliansi Aliansi Komunitas Budaya Jawa Barat ini menuntut Arteria Dahlan, yang merupakan anggota DPR Komisi III, untuk mendapatkan sanksi yang setimpal karena dianggap telah melecehkan dan menyakiti perasaan orang Sunda.

(zap/zap)