Kasus Pemerkosa di Tangerang, Ini 5 Fakta yang Terungkap

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 17:54 WIB
Kasus pemerkosa di Tangerang terus diusut polisi. Pelaku bejat yang merampok dan memperkosa korban akhirnya berhasil ditangkap.
Kasus Pemerkosa di Tangerang, Ini 5 Fakta yang Terungkap (Foto: Khairul Ma'arif/detikcom)
Jakarta -

Kasus pemerkosa di Tangerang terus diusut polisi. Pelaku bejat yang merampok dan memperkosa korban akhirnya berhasil ditangkap.

Kasus pemerkosa di Tangerang terjadi di Balaraja, Kabupaten Tangerang pada Kamis (20/1). Kejadian itu bermula saat korban menggunakan angkot untuk menjenguk orang tuanya.

Berikut fakta-fakta kasus pemerkosa di Tangerang yang berhasil diungkap polisi.

Kasus Pemerkosa di Tangerang, Korban Dianiaya-Diperkosa

Kapolresta Tangerang Kombes Zain Dwi Nugroho mengungkapkan, kasus pemerkosa di Tangerang bermula saat korban menaiki angkot dengan tujuan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Saat itu, dia hendak menjenguk orang tuanya.

Dalam perjalanan, angkot mampir untuk mengisi bensin di salah satu SPBU. Sesudahnya, kernet tiba-tiba menutup pintu angkot dan menganiaya SP. Korban pun dipukul menggunakan benda tumpul dan sempat pingsan di tempat.

"Korban dipukuli dengan menggunakan benda tumpul, lalu korban tidak lama pingsan di tempat," ungkap Zain, Rabu (26/1/2022).

Kasus pemerkosa di Tangerang mulanya diakali oleh sopir IS (22). Saat korban pingsan, kata Zain, IS sengaja memperkosanya berulang kali. Ironisnya, barang-barang korban juga diambil pelaku.

"Setelah itu, dalam kondisi pingsan, korban oleh pelaku yang bertugas sebagai sopir diperkosa secara berulang kali. Selain itu, barang-barang korban pun diambil oleh pelaku," ujarnya.

Kasus Pemerkosa di Tangerang, Korban Sempat Dibuang ke Sungai

Kasus pemerkosa di Tangerang yang dilakukan oleh dua pelaku residivis mengecam emosi. Pasalnya, kedua pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan membunuh korban. SP sempat dicekik dan dibuang ke Sungai Ciujung dari atas Jembatan Tirtayasa.

"Dalam kondisi korban tidak sadarkan diri, dan disangka sudah meninggal para pelaku membuang korban tepatnya di Jembatan Tirtayasa atau di atas Sungai Ciujung. Namun alhamdulillah korban pada saat di sungai langsung sadar dan berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggir sungai," tutur Zain.

Kasus Pemerkosa di Tangerang, Korban Diselamatkan Warga Setempat

SP berhasil selamat dari kasus pemerkosa di Tangerang. Saat dibuang ke sungai, dia sadarkan diri dan langsung menepi ke pinggir sungai.

SP dinyatakan selamat dari kasus pemerkosa di Tangerang. Warga setempat langsung membantunya untuk membuat laporan ke Polsek Tirtayasa. Tak butuh waktu lama, dalam dua hari kepolisian berhasil mengidentifikasi pelaku, baik sopir maupun kernet angkot tersebut.

Kasus Pemerkosa di Tangerang Libatkan Dua Pelaku Residivis

Kasus pemerkosa di Tangerang diotaki oleh sopir angkot berinsial IS (22). Diketahui, IS merupakan residivis.

"Kedua pelaku berinisial IS (22) berperan sebagai sopir angkot dan sebagai otak pencurian, kekerasan dan pemerkosaan ini," ujar Zain.

Saat kepolisian mendalami kasus pemerkosa di Tangerang, polisi mengungkapkan IS punya catatan kriminal. Dari catatan polisi, dia merupakan residivis kasus pencabulan anak di bawah umur.

Kasus pemerkosa di Tangerang turut melibatkan kernet angkot, yakni GG (24). Dalam kasus ini, dia melakukan penganiayaan dengan cara menginjak dan memukul korban. Tak tanggung-tanggung, GG menganiaya korban dengan menggunakan ban serep. Hal itu dia lakukan di area kepala korban.

"Pelaku kedua berinisial GG (24) sebagai kernet angkot, bertugas sebagai penganiaya dengan cara menginjak dan memukul korban dengan menggunakan ban serep terhadap tubuh dan kepala korban. Sama halnya dengan IS, GG juga adalah residivis kasus pencurian kendaraan bermotor," katanya.

Kasus Pemerkosa di Tangerang, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Buntut kasus pemerkosa di Tangerang, kedua pelaku dijerat Pasal berlapis atas kekerasan, pemerkosaan dan percobaan pembunuhan. Adapun Pasal yang dimaksud yakni Pasal 365, Pasal 285, Pasal 340 dan Pasal 338 juncto KUHP. Kedua pelaku juga terancam hukuman mati.

"Atas perbuatan para pelaku kita sangkakan dengan pasal berlapis atas kekerasan, pemerkosaan dan percobaan pembunuhan, baik direncanakan atau tidak direncanakan, yaitu Pasal 365, 285, Pasal 340, dan Pasal 338 juncto KUHP dengan ancaman hukuman mati," jelasnya.

Dalam kasus pemerkosa di Tangerang, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Salah satunya yakni angkot yang digunakan pelaku. Saat ini, sambung Zain, kedua pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Tangerang.

Pelaku kasus pemerkosa di Tangerang dilumpuhkan polisi lantaran melawan. Simak halaman berikutnya.