detikcom Do Your Magic

Kalau Dibangun JPO di Kemayoran Ini, Apa Warga Mau Naik Tangga Seberangi Rel?

Marteen Ronaldo Pakpahan - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 13:35 WIB
Perlintasan sebidang rel, Jl Bungur Besar 17, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, 26 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Perlintasan sebidang rel, Jl Bungur Besar 17, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, 26 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Penutupan perlintasan sebidang rel kereta api dekat Stasiun Kemayoran akan segera dilakukan. Di sisi lain, Pemkot Jakarta Pusat berharap PT KAI membangun JPO untuk mengakomodasi pejalan kaki yang hendak menyeberang rel nantinya.

Pantauan di lokasi, Rabu (26/1/2022), terlihat spanduk pemberitahuan telah terpasang di sekitar lokasi, Jl Bungur Besar 17, Gunung Sahari, Kemayoran. Penutupan perlintasan sebidang akan dilakukan pada 1 Februari 2022.

Narwati, salah seorang warga, mengatakan upaya penutupan jalan perlintasan sebidang rel kereta api di Kemayoran tidak menguntungkan warga sekitar.

"Tanggapannya ya sangat tidak setuju sebenarnya, karena kalau ditutup nanti kita muternya lebih jauh lagi kalau mau ke pasar atau ke jalan raya, karena ini kan jalan ini sebenernya lebih cepat menuju jalan raya," ujarnya saat ditemui oleh detikcom.

Dia menganggap bahwa rencana pembuatan JPO di sekitar lokasi tidaklah menjadi solusi yang konkret. "Kalau dibuat juga nantinya akan dibuat di mana? Itu kan juga harus dilihat posisinya, dan yang paling utama itu orang tuh malas kalau naik tangga tinggi-tinggi, capek juga," terangnya.

Agar warga tidak lelah menaiki JPO, alangkah baiknya tangga JPO dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terlalu curam.

Dia pun berharap persoalan tersebut dapat ditinjau kembali oleh pihak terkait. "Harapannya semoga rencana penutupan ini bisa dipikir ulang lagi, mengingat jalan ini sudah lama sekali menjadi pilihan utama terutama bagi kita warga," paparnya.

Supratman salah seorang warga lainnya khawatir bila JPO benar-benar dibangun nantinya. Dia bukan khawatir nantinya JPO jelek, tapi dia khawatir nantinya JPO tidak dipakai warga pejalan kaki.

"Iya tetap aja itu yakin deh nggak bakal jadi solusi untuk warga dan pejalan kaki lainnya, ujung-ujungnya itu nanti JPO tidak akan ada yang naik ke situ," ujarnya.

Perlintasan sebidang rel, Jl Bungur Besar 17, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, 26 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)Perlintasan sebidang rel, Jl Bungur Besar 17, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, 26 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)

Nada yang sama disampaikan oleh Maulana. Menurutnya, penutupan perlintasan sebidang rel kereta api ini bakal menyulitkan warga pejalan kaki untuk menyeberang. "Mau ada JPO nantinya, mau ada jalan layang juga percuma, karena warga itu nggak butuh yang macam-macam, cuman butuh jalur ini tidak ditutup," katanya.

Nurjanah, seorang pengendara sepeda motor, pun ambil suara terkait rencana penutupan jalur perlintasan sebidang tersebut.

Menurutnya, penutupan jalur sebidang yang berada di Kemayoran tersebut akan semakin mempersulit kendaraan yang biasanya melalui jalan tersebut.

"Ini kan jalur biasa kita melintasi kalau mau pergi kemana-mana, lagi pula kalau jalur ini ditutup, maka otomatis kita akan panjang nantinya putar balik untuk tembus jalan besar," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Humas PT KAI Daop I Eva Chairunisa berencana membangun JPO dengan pihak DJKA untuk sebagai solusi penutupan jalur perlintasan sebidang di rel kereta api yang berada di Jl Jalan Bungur 17, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Perlintasan sebidang rel, Jl Bungur Besar 17, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, 26 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)Perlintasan sebidang rel, Jl Bungur Besar 17, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, 26 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)

"Terkait solusi untuk masyarakat tentunya sudah dibahas bersama jalan untuk kendaraan juga akan dilakukan pengaturan rekayasa atau pengalihan lalulintas oleh Dishub. Ke depannya juga akan dibuatkan jembatan penyeberangan di lokasi tersebut," paparnya.

Pihak Pemerintah Kota Jakarta Pusat meminta PT KAI membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) di lokasi ini, agar pejalan kaki tetap bisa melintas dengan aman meskipun perlintasan sebidang ditutup.

"Kita jembatani, mediasi. Saya sudah ngomong, Pak Direktur (KAI), JPO disegerakan. Kalau (perlintasan) mau ditutup, sebelum penutupan JPO sudah jadi," kata Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi saat dihubungi, Selasa (25/1) kemarin.

Simak juga 'Bandara Halim Tutup Sementara, Penerbangan Dipindah Ke 5 Bandara Ini':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)