detikcom Do Your Magic

Perlintasan Sebidang di Kemayoran Bakal Ditutup, Pemkot Harap JPO Dibangun

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 17:18 WIB
PT KAI akan Tutup Perlintasan Sebidang di Kemayoran
PT KAI akan menutup perlintasan sebidang di Kemayoran. (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Perlintasan sebidang di Jl Jalan Bungur 17, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, akan ditutup. Pemerintah Kota Jakarta Pusat berharap agar PT KAI segera membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) sesuai keinginan warga Gunung Sahari.

"Kita sebagai yang punya wilayah, kalau bisa dipercepat, saran kita. Lebih cepat lebih bagus," kata Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi saat dihubungi, Selasa (25/1/2022).

Menurut Irwandi, Pemkot menjadi pihak yang menengahi atau menjembatani pembangunan JPO. Pembangunan JPO menjadi tanggung jawab dari PT KAI.

"Kita jembatani, mediasi. Saya sudah ngomong, Pak Direktur (KAI), JPO disegerakan. Kalau (perlintasan) mau ditutup, sebelum penutupan JPO sudah jadi," ucap Irwandi.

Irwandi mengaku beberapa hari lalu sudah ada pertemuan pihak KAI dengan pemerintah dan warga di Kecamatan Kemayoran.

Rencana Penutupan dan Keinginan Warga

PT KAI berencana menutup jalur perlintasan kereta api sebidang di Jl Bungur Besar 17, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, mulai Maret 2022.

Perlintasan sebidang tersebut merupakan akses yang menghubungkan Jl Bungur 17 ke Pasar Gombongan. Selain itu, perlintasan tersebut merupakan jalan alternatif ke dekat Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

PT KAI berencana menutup perlintasan sebidang tersebut dikarenakan adanya pengembangan di Stasiun Manggarai sehingga volume perjalanan kereta api menjadi bertambah. Selain itu, untuk mengurangi kecelakaan di pintu perlintasan kereta api.

"Ada rencana fokus dari Manggarai ada pengembangan. Nanti di sana kereta lewat semuanya, maka operasi KRL akan berubah. Dampaknya akan ada frekuensi di perlintasan kereta api ini akan banyak," ujarnya, Senin (10/1/2022).

"Juga untuk mengurangi kecelakaan karena ini sesuai dengan undang-undang perkeretaapian, ini jarak perlintasan ada dua titik yang jaraknya sangat berdekatan," imbuhnya.

Salah satu warga Jl Bungur Besar, Intan, meminta agar ada akses menuju ke pasar. Dia tak ingin memutar, yang menghabiskan jarak 1-2 kilometer.

"Kalau boleh saran sih, dibuat jembatan ya, tapi jembatannya yang pakai eskalator saja kalau bisa. Jadi nggak usah naik tangga yang biasa biar nggak terlalu capek juga naiknya," ujarnya, Selasa (11/1).

(aik/dnu)