PT KAI Akan Tutup Perlintasan Sebidang di Kemayoran

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 18:50 WIB
PT KAI akan Tutup Perlintasan Sebidang di Kemayoran
PT KAI akan menutup perlintasan sebidang di Kemayoran. (Anggi/detikcom)
Jakarta -

PT KAI akan menutup jalur perlintasan sebidang kereta api di Jalan Bungur 17, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat. Penutupan tersebut ditargetkan dimulai pada Maret.

"Rencana penutupan dilakukan Maret 2022," ujar Kepala Daop 1 PT KAI, Suryawan, Senin (10/1/2022).

Suryawan mengatakan penutupan tersebut dikarenakan adanya pengembangan di Stasiun Manggarai. Hal ini menyebabkan volume perjalanan kereta api menjadi bertambah.

"Ada rencana fokus dari Manggarai ada pengembangan, dimana nanti disana kereta lewat semuanya maka operasi KRL akan berubah, dampaknya akan ada frekuensi di perlintasan kereta api ini akan banyak," ujarnya.

Selain itu, Suryawan menyebut tujuan lainnya adalah mengurangi kecelakaan di pintu perlintasan kereta api.

"Untuk mengurangi kecelakaan karena ini sesuai dengan undang-undang perkeretaapian, ini jarak perlintasan ada dua titik yang jaraknya sangat berdekatan," sambungnya.

Suryawan mengatakan sebagai pengganti akses jalan warga, nantinya akan dibuatkan jembatan penyeberangan orang (JPO) di perlintasan sebidang tersebut.

"Ini akan ditutup dan nanti akan difasilitasi dengan JPO. Ini dilakukan demi keselamatan masyarakat juga, karena disini hampir tiap hari lewat ada kejadian di wilayah kami, karena amanah undang-undang harus mengurangi perlintasan sebidang," ujarnya.

Suryawan mengatakan saat ini di Daop 1 ada 44 pintu perlintasan sebidang yang ditutup. Namun yang liar pun masih banyak.

"Seperti di daerah Rajawali ke arah Ancol itu banyak sekali yang tidak ada penjaganya, dan liar, ini harus bersama-sama dalam menjaganya jika tidak maka akan bertumbuh terus pintu perlintasan kereta api yang liar," ujarnya.

"Setiap kali ada kejadian siapa yang bertanggung jawab?" sambungnya.

Suryawan menyebut rencana penutupan tersebut memang tidak akan mudah, dan akan ada penolakan dari warga. Namun pihaknya saat ini masih mempelajari risiko dan sebagainya.

"Penutupan itu memang tidak mudah ya, dan harus dipelajari, risikonya seperti apa, nggak ada salahnya warga ngalah sedikit," tuturnya.

(dwia/dwia)