Lelang Tender Sirkuit 'Gagal', Wagub DKI Optimistis Formula E Sesuai Jadwal

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 11:59 WIB
Formula E
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria optimistis Formula E tetap berjalan sesuai dengan jadwal meski lelang tender sirkuit 'gagal'. Dia menyebut harus ada rasa optimistis dalam membangun bangsa.

"Iya tentu dalam membangun bangsa ini kita harus selalu optimis ya membangun bangsa, membangun kota, membangun daerah, membangun desa harus selalu optimis, apa pun tantangan yang kita hadapi, betapa pun beratnya kita harus kerja sama bersinergi berkolaborasi dan berjuang dan tentu harus optimis ya karena optimis itu menghadirkan energi positif yang baik," katanya di Balai Kota, Jakarta, Rabu (26/1/2022).

Soal lelang tender, JakPro sudah menjelaskan soal tertulis gagal di situs resmi. JakPro menegaskan lelang tender bukan gagal melainkan diulang.

Riza meyakini durasi persiapan dan teknis Formula E telah diperhitungkan oleh JakPro selaku pelaksana. Dia berdoa agar Formula E dapat berjalan lancar pada Juni mendatang.

"JakPro terus menyiapkan berbagai upaya agar memastikan penyelenggaraannya tidak hanya terlaksana, tapi dapat diselenggarakan dengan baik dan sukses. Mari kita dukung dan doakan bersama," ujarnya.

Lebih lanjut, Riza juga merespons pernyataan Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi yang menyebut commitment fee Formula E dibayarkan sebelum Perda APBD Perubahan 2019 disahkan. Riza menegaskan seluruh mekanisme keuangan terkait Formula E sudah sesuai dengan prosedur.

"Semuanya terkait keuangan sudah direncanakan, dilaksanakan sesuai aturan, silakan nanti ditanyakan ke BPKD," kata Riza.

Sebelumnya diberitakan, Prasetyo menyoal dana yang disetujui dalam Perda APBD Perubahan 2019 nyatanya digunakan untuk membayar utang commitment fee Formula E ke Bank DKI. Hal ini, kata dia, dibuktikan dengan diterbitkannya Instruksi Gubernur kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga untuk meminjam uang kepada Bank DKI.

"Pertama saya beri klarifikasi, perda yang dimaksud Pak Anies adalah Perda APBD Perubahan tahun 2019. Itu tentang pembayaran commitment fee Formula E Rp 560 miliar," kata Prasetyo dalam keterangan tertulis, Selasa (25/1).

"Menariknya, pembayaran commitment fee itu dilakukan sebelum Perda disahkan. Sementara Pak Anies telah membuat Instruksi Gubernur kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga untuk meminjam uang kepada Bank DKI," sambung dia.

Prasetyo lantas menyindir Anies yang tetap berkukuh melaksanakan Formula E dengan mengklaim program itu telah sesuai dengan Perda APBD Perubahan 2019. Padahal dana yang disahkan justru diperuntukkan buat membayar utang ke Bank DKI.

"Perda APBD Perubahan 2019 justru bukan untuk membayar commitment fee formula E, tapi membayar utang ke Bank DKI," tegasnya.

Pras menilai Anies tebang pilih dalam melaksanakan perintah Perda. Padahal, sebutnya, masih ada ribuan pagu anggaran kegiatan dalam APBD yang mesti dilaksanakan. Salah satunya, normalisasi sungai.

Simak Video 'Formula E Disebut Proyek Menuju Pilpres 2024, Anies: Ini untuk Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/idn)