Terbilang Sindiran Usai Tender Sirkuit Formula E 'Gagal' Lelang

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 20:33 WIB
Komisi B DPRD DKI Jakarta meninjau lokasi Sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta. Lahan ini ternyata dulunya merupakan rawa-rawa dan pembuangan lumpur hasil proyek.
Desain Sirkuit Formula E (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Lelang tender pembangunan sirkuit Formula E tertulis gagal di situs resmi JakPro. Sindiran pun mengemuka.

'Gagal' lelang itu terungkap melalui situs e-Procurement JakPro. Metode pengadaannya pelelangan dengan pascakualifikasi. Nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 50 miliar.

Di e-Procurement JakPro, pengumuman lelang ditetapkan 4 Januari 2022. Dengan subbidang konstruksi jasa pelaksana untuk konstruksi jalan raya (kecuali jalan layang), jalan, rel kereta api, dan landas pacu bandara, dan jasa terintegrasi untuk infrastruktur transportasi. Nama pekerjaannya 'Jasa Rancang Bangun Proyek Pembangunan Lintasan Balap Formula E'.

"Jasa rancang bangun proyek pembangunan lintas balap Formula E (gagal)," tulis keterangan dalam situs JakPro seperti dilihat detikcom, Senin (24/1/2022).

Saat dimintai konfirmasi mengenai pengumuman tender tertulis gagal di situs Jakpro, Direktur Pengelolaan Aset PT JakPro Gunung Kartiko tidak memberikan jawaban lugas.

"Di situ apa ininya, ya udah," kata Gunung seusai rapat. Gunung menjawab pertanyaan wartawan apakah benar tender Formula E gagal.

Disindir PDIP dan PSI

PDIP menyentil ajang Formula E program asal jalan. Dia menyebut gelaran Formula E Jakarta masih di awang-awang.

"Lebih tertib ngurus kawinan anak. Seumpama saya mau gelar perhelatan mantu anak. Saya siapkan untuk sewa gedung. Ini ajang internasional tapi semua masih di awang-awang," ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).

Meski demikian, Gembong optimistis sirkuit Formula E bisa rampung dalam waktu tiga bulan. Namun dia mempertanyakan dana pembangunan sirkuit di Ancol, Jakarta Utara, tersebut.

"Mesti transparan karena Rp 560 miliar sudah masuk ke situ," kata Gembong.

Gembong kemudian mengungkit soal interpelasi Anies terkait Formula E. Dia mengatakan interpelasi masih terus bergulir.

"Kalau tak gunakan APBD, gunakan duit apa? Jelaskan ke DPRD ke warga Jakarta bahwa penyelenggaraan Formula E tak pakai APBD sebagai yang disampaikan panitia, makanya akan lebih clear ini jika bisa dijelaskan dalam interpelasi. Tapi kan nggak mau menjelaskan di interpelasi," paparnya.

Sementara itu, PSI mendesak Pemprov DKI dan Jakpro terbuka jika lelang tender pembangunan sirkuit Formula E 'gagal'. PSI menilai sejak awal penyelenggaraan ajang balap mobil listrik itu tak memiliki persiapan matang.

"Soal gagal lelang, pihak Gubernur Anies dan Jakpro tidak berani bicara secara terbuka apa sebabnya. Semua lempar-lemparan. Ini kan bikin publik makin bingung, kami saja yang tiap hari mengawasi bingung. Balapan lepas tangan bahaya. Artinya, banyak yang tidak clear," kata Ketua DPW PSI DKI Jakarta Michael Victor Sianipar.

Michael juga menyinggung soal JakPro yang belum mendapatkan sponsor, padahal ajang balap itu sudah dekat. Dia lantas mengibaratkan perencanaan event Formula E seperti lomba balap karung yang dikejar waktu.

"Info yang kami dapat, kerja sama sama sponsor semuanya baru lisan. Belum ada yang pasti, waktunya sudah sangat mepet. Balap mobil listrik dengan gaya balap karung ini," ujarnya.

PSI meminta supaya penyelenggara bersikap transparan soal 'gagal' tender. PSI mengingatkan agar tak memaksakan gelaran Formula E jika tidak mampu membangun sirkuit sesuai dengan tenggat.

"Kami dari PSI, menunggu penjelasan. Kami berharap Pemerintah DKI Jakarta terbuka, kalau tidak mampu bilang, jangan dipaksa, nanti sirkuitnya jeblos. Tambah molor, tambah panik, pasti berantakan," imbuhnya.